Akses Jalan Dusun Gelugur Timur Desa Kalowang Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Masih Berupa Tanah; Warga Keluhkan Jalur Berlumpur

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA, SUMENEP – Hingga penghujung tahun 2025, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi kendala utama bagi sebagian warga di desa Kalowang kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep. Salah satu akses jalan dusun Gulugur timur desa Kalowang kecamatan gayam terpantau masih berupa tanah dan belum tersentuh aspal sama sekali, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan terutama saat musim hujan tiba.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (17/12/2025) pagi, jalan yang merupakan akses mobilitas warga dan petani tersebut dipenuhi dengan bekas roda kendaraan yang dalam dan berlumpur. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat sangat sulit untuk melintas tanpa risiko terjebak atau tergelincir.

Ketiadaan pengaspalan di jalur ini berdampak langsung pada aktivitas harian penduduk setempat. Beberapa masalah yang muncul di antaranya:

Sulitnya akses transportasi: Bekas lintasan roda yang dalam membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh di lumpur yang licin.

Kendala angkutan hasil tani: Area sekitar jalan yang dikelilingi lahan pertanian membuat distribusi hasil panen menjadi terhambat dan memakan biaya lebih besar.

Keamanan perjalanan: Pada pagi hari saat aktivitas warga meningkat, kondisi jalan yang buruk memperlambat waktu tempuh menuju pusat layanan atau pasar.

Warga sekitar mengungkapkan bahwa kondisi jalan tanpa aspal ini sudah berlangsung sangat lama. Mereka sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera melakukan peninjauan dan penganggaran untuk perbaikan atau pengaspalan jalan tersebut.

“Kami butuh kepastian. Jalan yang layak adalah kunci agar ekonomi desa bisa bergerak. Kalau terus-terusan berlumpur seperti ini, kami yang kesulitan untuk bekerja dan sekolah,” ujar salah satu warga di lokasi.

Dengan kondisi yang diambil di Kabupaten Sumenep pada pukul 06.29 WIB ini, diharapkan ada langkah konkret dari pihak terkait agar ketimpangan infrastruktur antarwilayah dapat segera teratasi demi kesejahteraan masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2