Aksi Premanisme Ormas Kedaerahan Resahkan Warga, Tokoh Surabaya Ingatkan Potensi Konflik Horizontal

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Jagat Indonesia — Masyarakat Surabaya kembali menyuarakan harapan agar Kota Pahlawan tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif, menyusul munculnya aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh kelompok ormas kedaerahan tertentu.

Aksi tersebut dinilai meresahkan warga dan berpotensi mengganggu harmoni sosial yang selama ini terjaga.

Tokoh masyarakat Surabaya, Sudarsono Rahman, yang akrab disapa Cak Dar, menegaskan bahwa stabilitas kota harus menjadi kepentingan bersama seluruh elemen.

Cak Dar dalam Kopdar dengan Sahabat Peduli Surabaya Kondusif

Menurutnya, meskipun Surabaya dikenal sebagai kota yang inklusif dan terbuka, fakta di lapangan menunjukkan adanya tindakan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Masyarakat Surabaya berharap Surabaya itu tetap kondusif, meskipun fakta hari ini ada kejadian aksi premanisme oleh kelompok tertentu. Kalau ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin eskalasinya akan semakin meningkat dan akan menimbulkan konflik horizontal,” ujar Cak Dar, Selasa (29/12/2025).

Cak Dar yang juga merupakan penggerak Komunitas Majelis Ngopi Surabaya sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Barisan Kader (BariKade) Gus Dur menekankan pentingnya peran negara dalam meredam potensi konflik. Ia menilai pemerintah tidak boleh bersikap pasif atau ambigu dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Pemerintah harus hadir menjadi perekat semua dan memberi ruang yang sama kepada mereka. Jangan sampai ada kebijakan yang terkesan membiarkan aksi premanisme dengan pendekatan yang justru dianggap merugikan kelompok lain dan tidak adil, apalagi dengan perilaku membiarkan,” tegasnya.

Menurutnya, pembiaran terhadap praktik-praktik intimidatif hanya akan menciptakan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat serta memperlebar jarak antar kelompok sosial. Jika dibiarkan berlarut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu konflik horizontal yang merugikan semua pihak.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas, adil, dan proporsional, demi memastikan Surabaya tetap menjadi rumah bersama yang aman, humanis, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2