Seminar Nasional PMB Uniba: Dr. Ardhiana & Dr. Naghfir Bahas “Indonesia Darurat Bullying”

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jagat Indonesia [10 November 2025] – Isu perundungan atau bullying telah mencapai titik darurat di Indonesia. Merespons hal tersebut, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Sumenep mengadakan Seminar Nasional bertema “Indonesia Darurat Bullying, Break The Silence Build The Kindness”. Acara yang digelar pada Senin (10/11/2025) di Aula Pesantren Uniba Sumenep ini menjadi forum penting untuk mengupas tuntas fenomena bullying dari perspektif psikologis dan hukum.

​Mengapa Korban Sulit Bicara?

​Kami berkesempatan ini pemateri pertama , Dr. Ardhiana Puspitacantri, M.Psi., Psikolog, menyoroti betapa berbahayanya dampak psikologis bullying, bahkan yang terjadi di dunia maya (cyberbullying).

​”Sering kali kita hanya melihat perundungan dari sisi fisik, padahal perundungan verbal dan relasional, seperti pengucilan, dampaknya bisa sangat dalam,” ujar Dr. Ardhiana. “Korban cenderung ‘Break The Silence’ (memecah kesunyian) karena adanya rasa malu, takut dihakimi, atau bahkan takut akan pembalasan dari pelaku. Ini yang harus kita ubah.”

Dr. Ardhiana menekankan bahwa Uniba, sebagai institusi pendidikan, harus menjadi teladan dalam menciptakan ‘Safe Space’.

​”Perguruan tinggi harus menjamin setiap individu merasa aman. Kami mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya berani melapor, tapi juga mengembangkan empati. Jika Anda melihat perundungan terjadi, jadilah upstander, bukan bystander. Aksi kecil untuk ‘Build The Kindness’ bisa menyelamatkan seseorang dari depresi berat,” tambahnya.

Beliau juga berpesan, bantuan psikologis harus tersedia dan mudah diakses, karena trauma akibat bullying bisa berdampak pada prestasi akademik hingga kehidupan sosial korban di masa depan.

Ancaman Hukum: Tak Ada Tempat untuk Pelaku

​Seminar dilanjutkan dengan paparan tegas dari pakar hukum, Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.H., MKn., CPM,CH.CHT., mengenai konsekuensi hukum yang menanti para pelaku perundungan.

​”Kami perlu tegaskan, bullying, baik di kampus maupun di luar kampus, bukanlah kenakalan biasa. Itu adalah tindak pidana,” tegas Dr. Naghfir saat ditemui setelah sesi materinya.

Dr. Naghfir menjelaskan bahwa hukum di Indonesia sudah cukup kuat untuk menjerat pelaku.

​”Pelaku bullying dapat dijerat menggunakan berbagai undang-undang, mulai dari KUHP terkait perbuatan tidak menyenangkan atau penganiayaan, UU Perlindungan Anak jika korbannya di bawah umur, hingga UU ITE untuk kasus cyberbullying yang sering terjadi di grup media sosial mahasiswa. Sanksinya jelas, mulai dari hukuman penjara hingga denda yang besar,” jelasnya.

Menurut Dr. Naghfir, informasi ini sangat penting agar masyarakat dan mahasiswa baru memiliki kesadaran hukum.

​”Korban dan saksi harus tahu bahwa mereka memiliki hak dan prosedur pelaporan yang jelas. Kampus harus memiliki Satuan Tugas Anti-Bullying yang berfungsi efektif, bukan hanya sebagai formalitas. Tindakan perundungan harus direspons cepat, ditangani secara transparan, dan diberikan sanksi yang tegas agar menciptakan efek jera dan melindungi seluruh civitas akademika,” tutup Dr. Naghfir.

Seminar Nasional ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh mahasiswa Uniba untuk berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang humanis, bebas dari intimidasi dan kekerasan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid
Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan
Raih Gelar Doktor di UIN Malang, Dr. Naghfir Jadi Inspirasi Keluarga Besar Rumah Khotmil Qur’an Naghfir
Gelar Doktor untuk Dr. Naghfir: Kebanggaan Majelis Ratibul Haddad Naghfir dalam Mengabdi untuk Umat
UNAIR Tembus Tiga Besar Nasional, Firman Syah Ali: Momentum Perkuat Hilirisasi Riset untuk Bangsa
Semarak Budaya Nusantara: MI Al-Ittihad Tanamerah Tampilkan Kejayaan Keraton Mataram Islam dalam Karnaval Sekolah
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan
“Terkait Dugaan Sengketa Lahan Batalyon di Parsanga, DPRD Sumenep Buka Ruang Audiensi bagi Warga”

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:45 WIB

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10 WIB

Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:10 WIB

Raih Gelar Doktor di UIN Malang, Dr. Naghfir Jadi Inspirasi Keluarga Besar Rumah Khotmil Qur’an Naghfir

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:05 WIB

Gelar Doktor untuk Dr. Naghfir: Kebanggaan Majelis Ratibul Haddad Naghfir dalam Mengabdi untuk Umat

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:30 WIB

UNAIR Tembus Tiga Besar Nasional, Firman Syah Ali: Momentum Perkuat Hilirisasi Riset untuk Bangsa

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2