Situbondo, Jagat Indonesia 11-12-2025 – Proyek pemeliharaan berkala ruas jalan Kilensari – Kendit (R.166 ) dengan material hotmix Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC) menjadi sorotan setelah munculnya dugaan minimnya pengawasan di lapangan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu pengurangan volume dengan ketebalan ber fariasi 1,2cm,2,0 cmk , yang berujung pada menurunnya kualitas dan ketahanan infrastruktur jalan yang dibangun.
Pekerjaan peningkatan jalan yang didanai melalui anggaran APBD 2025 Kab. Situbondo ini seharusnya menjadi proyek percontohan untuk perbaikan infrastruktur desa. Namun, beberapa pihak dan warga setempat mengamati kurangnya pengawasan dari orang teknis yang konsisten di lokasi proyek.

Salah satu warga menjelaskan “Kami melihat pengerjaan hotmix ini berjalan tanpa ada pihak yang secara ketat mengukur ketebalan atau memastikan komposisi material sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak,” ujar Gafur (LSM Penjara) Situbondo
Minimnya pengawasan ini membuka celah bagi kontraktor dan pelaksana untuk melakukan penyimpangan volume, misalnya dengan mengurangi ketebalan lapisan ACWC dari standar yang seharusnya. Jika ketebalan lapisan hotmix tidak mencapai spesifikasi, maka jalan tersebut akan lebih cepat rusak dan tidak mampu menahan beban lalu lintas dalam jangka waktu yang direncanakan.

Masyarakat mendesak agar pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Inspektorat Daerah, untuk segera melakukan audit lapangan (uji petik) terhadap hasil pekerjaan. Audit ini penting untuk memastikan bahwa volume pekerjaan, khususnya ketebalan lapisan hotmix ACWC, telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi kontrak.
Dalam hal ini LSM Penjara Situbondo berharapkan dapat mengambil langkah proaktif untuk menjamin kualitas pembangunan yang menggunakan dana publik.
Dimana menyerukan kepada media agar prinsip transparansi dan akuntabilitas diterapkan secara ketat dalam setiap proyek infrastruktur, khususnya di tingkat desa, untuk menghindari kerugian negara dan masyarakat.
Diharapkan dalam waktu dekat akan ada tanggapan resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan proyek ini, serta langkah konkret untuk mengukur dan memverifikasi kualitas pekerjaan yang sudah berjalan.







