SUMENEP, JAGAT INDONESIA – Di bawah langit Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, suasana Jumat hari ini terasa berbeda. Tanggal 16 Januari 2026, yang bertepatan dengan momentum agung 27 Rajab 1447 H, menjadi saksi bisu sebuah perhelatan spiritual yang menyentuh relung hati.
Bertepatan dengan Hari Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, ditempat asal kelahiran Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Sebuah prosesi Khotmil Qur’an digelar dengan menghadirkan para penjaga wahyu, Tahfidzul Qur’an: Ustadz Zainal Abidin, Ustadz Kholil, dan Ustadz Hasin.
Gema ayat-ayat langit menyusup ke setiap sudut desa, menciptakan atmosfer yang penuh kekhusyukan. Bagi Dr. Naghfir, kembali ke tanah kelahiran bukan sekadar pulang secara fisik, melainkan membasuh batin dengan barokah kitab suci.
“Saya mengadakan Khotmil Qur’an semata-mata mengharap barokah Al-Qur’an. Di hari Isro’ Mi’roj ini, saya berharap Al-Qur’an menjadi cahaya abadi—sholawat yang tak putus—bagi keluarga, sahabat, dan seluruh rekan seperjuangan,” tutur Mas Doktor dengan nada rendah penuh takzim.
Mengetuk Pintu Langit Menuju Baitullah, acara ini tidak hanya menjadi simbol syukur, tetapi juga menjadi wasilah doa. Di sela-sela kekhidmatan tersebut, keluarga besar dan masyarakat turut melepas keberangkatan Dr. Naghfir beserta keluarga ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan Ibadah Umroh.
Suasana haru menyelimuti saat doa dipanjatkan. Ustadz Zainal Abidin, secara singkat menyampaikan pesan mendalam:
“Langkah kaki Mas Doktor menuju Baitullah hari ini adalah refleksi dari perjalanan ruhani Isro’ Mi’roj. Sebagaimana Rasulullah menjemput perintah shalat, semoga perjalanan ini menjadi ‘Mi’raj’ bagi jiwa Mas Doktor untuk semakin dekat dengan Sang Khalik,” ujar Ustadz Zainal.
Ustadz Zainal Abidin yang asal Desa Parebbaan Ganding adalah Anggota Semaan Qur’an Jum’at Kliwon, juga sebagai Pengajar di PP. Al Amien Prenduan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan. Harapannya satu: agar perjalanan menuju tanah haram diberkahi, dan sepulangnya nanti, membawa mutiara kesalehan yang semakin bersinar.
Desa Campaka hari ini bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan titik mula sebuah perjalanan suci yang diawali dengan kecintaan pada Al-Qur’an.
“Ya Allah, jadikanlah setiap langkah Mas Doktor menuju Baitullah sebagai langkah yang menggugurkan dosa. Sebagaimana Engkau memperjalankan Baginda Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, perjalankanlah keluarga ini dengan keamanan, kesehatan, dan kepulangan yang membawa predikat Umroh Maqbullah. Bi barokati suratul Fatihah…”
Selamat menunaikan Ibadah Umroh, Dr. Naghfir. Semoga doa-doa yang dipanjatkan di bawah langit Campaka, dijawab oleh Allah di depan Ka’bah yang mulia.







