Penyerahan legalitas tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan jaminan kepastian hukum atas tanah tempat ibadah, sekaligus memperkuat fondasi tata kelola wakaf yang lebih transparan dan akuntabel di Kabupaten Sumenep.
Dalam arahannya saat kegiatan pembinaan, Ketua BWI Kabupaten Sumenep, Kiai Syaiful Rizal, menegaskan bahwa kepastian legalitas harus diimbangi dengan amanah dan komitmen tinggi dari para pengelola (Nadzir).
“Aset wakaf wajib digunakan dan dikelola secara konsisten sesuai dengan ikrar wakaf yang telah diucapkan, agar kebermanfaatannya benar-benar mengalir bagi kemaslahatan umat,” tegas Kiai Syaiful Rizal.
Menyambung hal tersebut, Pengurus BWI Sumenep, Haji Mabrur, mengingatkan bahwa penyerahan sertifikat tanah bukanlah akhir dari tugas perwakafan. Menurutnya, penerbitan dokumen hukum merupakan awal dari tanggung jawab besar dalam merawat dan mengamankan aset dari potensi sengketa.
Haji Mabrur mendorong adanya pengawasan dan inventarisasi berkesinambungan terhadap seluruh potensi aset wakaf di Sumenep. Langkah antisipatif ini dinilai sangat vital untuk mencegah timbulnya konflik pertanahan atau klaim pihak lain di masa mendatang.
Untuk memastikan tata kelola wakaf berjalan optimal hingga tingkat bawah, BWI Sumenep telah menyiapkan agenda lanjutan yang menjangkau seluruh wilayah kecamatan. Sekjen BWI Sumenep, Naghfir, mengungkapkan rencana strategis lembaga untuk turun langsung memberikan pendampingan di tingkat akar rumput (grassroots).
“Sebagai langkah selanjutnya, BWI Sumenep akan menggelar roadshow ke tiap kecamatan untuk melakukan pembinaan Nadzir secara masif. Kami ingin memastikan BWI selalu hadir di tengah masyarakat dalam mendampingi tata kelola wakaf,” jelas Naghfir.
Melalui program roadshow ini, BWI Sumenep berfokus pada peningkatan kapasitas para Nadzir lokal, baik dari aspek administrasi hukum pertanahan, pemahaman regulasi perwakafan, hingga potensi pengembangan wakaf secara produktif.
Dengan rampungnya penyerahan sertifikat tanah wakaf Masjid Gemma Prenduan serta dimulainya rencana roadshow pembinaan Nadzir di tiap kecamatan, BWI Sumenep optimistis kepastian hukum, perlindungan aset, dan profesionalisme pengelolaan aset keagamaan di Sumenep akan semakin kokoh dan berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat.