Diduga Bermasalah, Proyek Peningkatan Jalan Pondok Langger–Banongan Cepat Rusak

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jagatindonesia.com, Situbondo – Proyek Peningkatan Jalan Ruas Pondok Langger–Banongan (R.375) di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2025, diduga bermasalah. Meski baru selesai dikerjakan, kondisi fisik jalan di lapangan sudah menunjukkan kerusakan signifikan di sejumlah titik.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini menggunakan Hotmix ACWC dengan volume sepanjang 749 meter dan nilai kontrak sebesar Rp 446.266.702,61. Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV. Cindy Jaya Utama di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman Kabupaten Situbondo, Bidang Bina Marga.

Namun hasil pantauan di lapangan pada 21 Januari 2026 menunjukkan fakta yang berbanding terbalik dengan tujuan peningkatan jalan. Terlihat aspal mengelupas, retak, bergelombang, dan berlubang, bahkan di beberapa bagian lapisan aspal tergerus hingga memperlihatkan lapisan bawah. Material sisa aspal dan kerikil tampak berserakan di bahu jalan, yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian mutu pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan pada pekerjaan Hotmix ACWC. Selain itu, muncul pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan proyek, baik dari konsultan pengawas maupun pejabat pembuat komitmen (PPK), mengingat proyek ini menggunakan dana publik.

LSM dan masyarakat menilai, kerusakan dini pada proyek infrastruktur yang baru selesai dikerjakan berpotensi mengindikasikan:

Kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi,

Ketebalan lapisan aspal yang diduga tidak memenuhi standar,

Pekerjaan yang tidak memperhatikan kondisi dasar jalan,

serta pengawasan yang lemah atau sekadar formalitas.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh, maka negara berpotensi mengalami kerugian keuangan, dan masyarakat kembali menjadi pihak yang dirugikan akibat infrastruktur yang tidak berfungsi optimal.

Atas kondisi tersebut, masyarakat dan elemen pengawas independen mendesak:

Audit teknis menyeluruh terhadap pekerjaan peningkatan jalan tersebut,

Pemeriksaan kualitas dan volume pekerjaan oleh Inspektorat Kabupaten Situbondo,

Pemanggilan kontraktor pelaksana untuk dimintai pertanggungjawaban,

serta tindakan tegas dari aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan yang merugikan keuangan daerah.

Proyek infrastruktur yang bersumber dari pajak rakyat seharusnya memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru meninggalkan jejak kerusakan dan dugaan penyimpangan dalam waktu singkat.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PUPP Kabupaten Situbondo dan pihak CV. Cindy Jaya Utama melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban resmi terkait kerusakan jalan tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2