Peduli Warisan Leluhur, FSKN Sumenep Susun Dokumen Tata Laku Berkunjung ke Keraton

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA | SUMENEP — Forum Silaturahmi Kraton Nusantara melalui Tim Pelaksana Harian Daerah (TPHD) Kesultanan Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur. Pelestarian budaya dinilai bukan hanya sebatas menjaga bangunan bersejarah maupun atribut dan aksesoris pakaian adat, tetapi juga merawat esensi budaya berupa sikap andap asor, tata krama, etika, dan adab dalam kehidupan masyarakat.

Ketua TPHD FSKN Kesultanan Sumenep, RB. Chairil Anwar Gondodiwiryo menegaskan bahwa nilai-nilai luhur peninggalan leluhur memiliki makna yang jauh lebih penting untuk terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman modern saat ini.

“Budaya bukan hanya tentang bangunan dan pakaian adat. Yang paling penting adalah bagaimana nilai andap asor, sopan santun, serta tata krama warisan leluhur tetap hidup dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris TPHD FSKN Kesultanan Sumenep, KR. M. Arya Rusli Soeryoprojo mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan dokumen yang berkaitan dengan etika dan tata laku saat berkunjung ke tempat-tempat bersejarah warisan keraton di Sumenep.

Dokumen tersebut nantinya akan diusulkan kepada pemerintah daerah sebagai salah satu acuan dalam upaya pelestarian warisan budaya Keraton Sumenep. Penyusunan pedoman itu dilakukan karena masih banyak masyarakat maupun pengunjung yang belum memahami tata laku dan etika saat berada di kawasan situs bersejarah keraton.

Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya lingkungan keraton serta kawasan Asta Tinggi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual tinggi bagi masyarakat Sumenep.

Melalui dokumen tersebut, TPHD FSKN Kesultanan Sumenep berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga sikap, ucapan, hingga perilaku saat berada di kawasan peninggalan sejarah, sehingga nilai luhur budaya keraton tetap terjaga dengan baik.

FSKN Kesultanan Sumenep juga berharap pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada aspek fisik dan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari karakter masyarakat yang menjunjung tinggi adab, penghormatan, serta kebijaksanaan leluhur.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2