Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA | SUMENEP — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan bersama relawan, simpatisan, serta awak media.

Kegiatan silaturahmi dan ramah tamah tersebut di inisiasi langsung WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Sumenep, Maryono, dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Maryono mengatakan, kegiatan tersebut bukan hal baru karena telah menjadi agenda tahunan yang rutin digelar sejak dirinya masih aktif di jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Sumenep.

“Tradisi silaturahmi dan ramah tamah di momen Iduladha ini sudah menjadi agenda tahunan sejak saya berada di pengurus PAC PDIP Kota Sumenep. Alhamdulillah sampai sekarang semangat kebersamaan itu tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, Hari Raya Idul Adha bukan hanya momentum ibadah kurban, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas sosial, mempererat hubungan emosional, dan menjaga komunikasi antar elemen masyarakat.

Ia menilai relawan, simpatisan, dan awak media memiliki peran penting dalam membangun suasana demokrasi yang sehat dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian. Karena itu kami ingin terus menjaga budaya silaturahmi agar hubungan persaudaraan tetap kuat,” katanya.

Selain ramah tamah, kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog santai dan makan bersama dalam nuansa kekeluargaan. Para peserta tampak larut dalam suasana hangat sambil bertukar gagasan dan mempererat hubungan antar sesama.

Maryono berharap tradisi tahunan tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya gotong royong dan semangat persatuan.

“Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan rasa saling menghargai. Karena dari silaturahmi inilah lahir kekuatan sosial dan persaudaraan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Gus Li

Editor : Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban
Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha
Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan
INFLASI DEMAGOG
Parsanga, Tanah Keraton Siding Puri yang Kini Diperebutkan Zaman
Profil Pesantren Tahfidzul Qur’an Abdul Qodir: Merajut Sanad, Mencetak Generasi Penjaga Kalam Ilahi

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:39 WIB

Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:33 WIB

Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:14 WIB

Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:34 WIB

Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Berita Terbaru

2