Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jagat Indonesia | Jakarta- Mantan Calon Wakil Presiden RI Mahfud MD menyampaikan ucapan dan pesan dalam Haul ke-526 Kiai Agung Raba Pamekasan dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Syaikh Abdurrahman Raba, Sumedangan, Pademawu, Pamekasan.

“Assalamualaikum Wr Wb, Saya Mohammad Mahfud MD, Putera Madura, mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Haul Kiai Agung Raba ke-526 dan Harlah Pondok Pesantren Syaikh Abdurrahman Raba. Semoga nilai-nilai perjuangan Syaikh Abdurrahman Raba dan perjuangan Pondok Pesantren Raba senantiasa dipelihara oleh keluarga dan keturunannya, sehingga nilai-nilai tersebut berkontribusi positif dalam kemajuan masyarakat Indonesia, dan mendorong peran serta Madura untuk menyongsong peradaban Indonesia yang lebih maju. Wassalamualaikum Wr Wb”, ucapnya di Studio Terus Terang.

Kiai Agung Raba adalah salah satu Waliyullah Madura yang secara genealogis merupakan keturunan Sunan Kudus dari jalur Kiai Mandaraga dan Kiai Bukabu Sumenep.

Menurut pegiat Persatuan Bani Bhuju’ (PBB) Firman Syah Ali, Kiai Agung Raba tidak punya putera, tapi warisan spiritual, intelektual dan perjuangannya diteruskan oleh keponakan kandungnya.

“Kiai Agung Raba tidak mempunyai putera, tapi nilai spiritual, intelektual dan dakwahnya diwariskan kepada keponakan kandungnya, Kiai Adil. Kiai Adil ini kemudian dijuluki sebagai Bhuju’ Raba II, sebagai penerus Kiai Agung Raba. Keturunan Kiai Adil inilah yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai Potoh Raba” ucap Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.

Menurutnya, Kiai Adil adalah putera dari saudara kandung Kiai Agung Raba yang bernama Dewi Asri.

“Kiai Adil alias Bhuju’ Raba II adalah putera dari saudara kandung Kiai Agung Raba yang bernama Dewi Asri. Dewi Asri menikah dengan salah satu keluarga dekatnya yang bernama Kiai Abdul Qidam. Dalam tradisi Bani Walisongo, sangat tidak mungkin seorang Kyai/Nyai menikah dengan keluarga jauh, mereka istiqomah melakukan Endogami, yaitu praktik pernikahan dengan saudara dekat” lanjut Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).

Menurutnya, pernikahan antara Dewi Asri dengan Kiai Abdul Qidam Arsojih, oleh Allah diijinkan menurunkan Raja-raja, tokoh negarawan dan Ulama besar.

“Alhamdulillah, buah pernikahan Dewi Asri dengan Kiai Abdul Qidam Arsojih, oleh Allah dijinkan menurunkan raja-raja, negarawan dan ulama besar. Diantara keturunanya adalah Bindere Saot, pembuka dinasti terakhir Kerajaan Sumenep, KH As’ad Syamsul Arifin, Pahlawan Nasional RI, serta Mahfud MD, Mantan Calon Wakil Presiden RI” lanjut Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK).

Karena para Raja dan Kiai dahulu berendogami, maka keturunan Kiai Abdul Qidam banyak yang juga sekaligus merupakan keturunan ulama/raja lainnya.

“Karena para Raja dan Kiai dulu berendogami, maka garis genealoginya bercabang kemana-mana, artinya keturunan Kiai Abdul Qidam bisa juga sekaligus merupakan keturunan dari raja-raja dan kiai lainnya. Contoh, Prof Mahfud MD. Prof Mahfud MD selain merupakan Keturunan Kiai Abdul Qidam, juga merupakan Keturunan Bhuju’ Agung Toronan, Bhuju’ Macan Alas, Bhuju’ Azhar Seda Bulangan, Raja-raja Mataram, Sunan Cendana, Pangeran Katandur dan banyak lagi lainnya. Catatan lengkap ada di para munsib otoritatif seperti NAAT, Raden Abdul Hamid Suryodirjo Palalang, Raden Sufandi Carek Samaator dan lain-lainnya” lanjut Aktivis ’98.

Melanjutkan pesan Mahfud MD, Ia meminta Potoh Raba mewarisi api, bukan abu.

“Menyimak pesan Prof Mahfud MD itu, kita para potoh Raba hendaknya mewarisi api dari nilai dan perjuangan Kiai Agung Raba, bukan mewarisi abu. Jangan hanya warisi nasabnya, tapi warisi tirakatnya, warisi dakwahnya” pungkas Ketua Umum Solidaritas Masyarakat Membangun Pamekasan Sejahtera (SORBAN MERA).

Facebook Comments Box

Penulis : RedJI

Editor : Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2