Jagat Indonesia | Surabaya- Pada data terbaru lembaga pemeringkat perguruan tinggi global yang dirilis oleh Quacquarelli Symonds, UNAIR berhasil mencetak sejarah dengan naik ke peringkat 3 nasional dan melonjak ke peringkat #276 dunia, menggeser posisi ITB di tingkat domestik.
Dalam rilis terbaru QS tersebut, peringkat 1 diduduki oleh Universitas Indonesia (UI). Peringkat 2 oleh rival terdekatnya, Universitas Gadjah Mada (UGM). Peringkat 3, secara excelence ditempati oleh Universitas Airlangga (UNAIR).
Salah satu Alumni Unair yang juga tokoh NU, Firman Syah Ali, mengaku bangga.
“Sebagai Ksatria Airlangga tentu saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, berterima kasih kepada segenap civitas akademika dan bangga kepada almamater tercinta” ucap keponakan Mahfud MD.
Selain merasa bangga, ia berharap kenaikan peringkat ini berseiring dengan kenaikan nilai manfaat di tengah masyarakat.
“Tentu saja capaian UNAIR yang kini menempati peringkat ketiga nasional membuktikan bahwa ikhtiar perbaikan tata kelola, riset, dan pengabdian masyarakat di kampus kita membuahkan hasil. Namun, bagi saya, angka dan peringkat hanyalah dampak dari dedikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana para Ksatria Airlangga dengan semangat Excellence with Morality terus menjadi lokomotif solusi bagi persoalan umat dan bangsa, serta bersinergi dengan kampus-kampus besar lainnya seperti ITB untuk memajukan pendidikan tinggi Indonesia” lanjut Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.
Ia memungkasi statemennya dengan harapan akan hilirisasi riset.
“Pada akhirnya, tantangan kita ke depan bukanlah sekadar mempertahankan angka di atas kertas, melainkan bagaimana mengakselerasi hilirisasi riset menjadi kebijakan yang solutif bagi masyarakat. Saya menaruh harapan besar agar inovasi-inovasi dari civitas akademika UNAIR dapat terus disinergikan secara konkret dengan kebutuhan riil bangsa dan negara, terutama pemerintah daerah dan masyarakat Jawa Timur. Inilah saatnya membuktikan bahwa universitas bukan lagi sekadar menara gading, melainkan lokomotif perubahan yang membumi, memberikan kemaslahatan nyata bagi bangsa, sekaligus menjadi kebanggaan kita bersama” tutup Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).
Penulis : Gus Li
Editor : Jagat Indonesia







