Sumenep Targetkan Bebas Campak, DKP2KB Gelar Rakor Lintas Sektor

- Penulis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKP2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes,

Kepala DKP2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes,

Jum’at (15/08/2025) – Dalam upaya menekan angka kasus campak dan mencegah kematian, khususnya pada anak-anak, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor di Ruang Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep.

Kepala DKP2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, menegaskan bahwa Rakor ini menjadi langkah penting untuk menyatukan gerak semua elemen dalam memutus rantai penularan campak di wilayah Sumenep.

“Melalui koordinasi bersama lintas sektor, kita berharap kasus campak dapat ditekan semaksimal mungkin dan risiko kematian akibat penyakit ini dapat dicegah,” ujarnya.

Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah meningkatkan cakupan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI), yakni imunisasi serentak kepada seluruh anak yang menjadi sasaran.

Data DKP2KB mencatat, sejak Januari 2025 hingga saat ini, sedikitnya 2.000 anak di Kabupaten Sumenep dilaporkan terkena campak, dengan 17 kasus kematian pada anak dan balita. Kondisi ini sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga memerlukan tindakan cepat dan sinergi dari semua pihak.

“Kunci keberhasilan percepatan imunisasi ini adalah membangun sistem saling membantu antar sektor,” tegas drg. Ellya.

Rakor ini dihadiri perwakilan United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia, World Health Organization (WHO), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta berbagai unsur di Kabupaten Sumenep seperti OPD, TP-PKK, MUI, organisasi perempuan, dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas).

Dengan langkah terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan terbentuknya sistem pencegahan dan penanggulangan campak yang lebih efektif demi mewujudkan Sumenep Bebas Campak.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep
Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid
Sinergi Pusat-Daerah: 9 Paket Program Ayam Petelur Siap Berdayakan Peternak Jombang
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:30 WIB

HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:58 WIB

Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:45 WIB

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2