Peningkatan Jalan Hotmix di Desa Wringin Anom Diduga Minim Pengawasan, Berpotensi Kurangi Volume Pekerjaan

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Jagat Indonesia – Proyek peningkatan jalan lingkungan di Desa Wringin Anom dengan material hotmix Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC) menjadi sorotan setelah munculnya dugaan mininya pengawasan di lapangan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu pengurangan volume pekerjaan, yang berujung pada menurunnya kualitas dan ketahanan infrastruktur jalan yang dibangun.

Pekerjaan peningkatan jalan yang didanai melalui anggaran APBD 2025 Kab. Situbondo ini seharusnya menjadi proyek percontohan untuk perbaikan infrastruktur desa. Namun, beberapa pihak dan warga setempat mengamati kurangnya pengawasan dari orang teknis yang konsisten di lokasi proyek.

Salah satu warga menjelaskan, “Kami melihat pengerjaan hotmix ini berjalan tanpa ada pihak yang secara ketat mengukur ketebalan atau memastikan komposisi material sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak,” ujar Rahmat, salah satu warga Desa Wringin Anom.

Minimnya pengawasan ini membuka celah bagi kontraktor dan pelaksana untuk melakukan penyimpangan volume, misalnya dengan mengurangi ketebalan lapisan ACWC dari standar yang seharusnya. Jika ketebalan lapisan hotmix tidak mencapai spesifikasi, maka jalan tersebut akan lebih cepat rusak dan tidak mampu menahan beban lalu lintas dalam jangka waktu yang direncanakan.

Masyarakat Desa Wringin Anom mendesak pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Inspektorat Daerah, untuk segera melakukan audit lapangan (uji petik) terhadap hasil pekerjaan. Audit ini penting untuk memastikan bahwa volume pekerjaan, khususnya ketebalan lapisan hotmix ACWC, telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi kontrak.

Sementara salah satu dari pemerintah Desa Wringin Anom berharapkan dapat mengambil langkah proaktif untuk menjamin kualitas pembangunan yang menggunakan dana publik.

Warga menyerukan kepada media jagat Indonesia agar prinsip transparansi dan akuntabilitas diterapkan secara ketat dalam setiap proyek infrastruktur, khususnya di tingkat desa, untuk menghindari kerugian negara dan masyarakat.

Diharapkan dalam waktu dekat akan ada tanggapan resmi dari pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan proyek ini, serta langkah konkret untuk mengukur dan memverifikasi kualitas pekerjaan yang sudah berjalan.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep
Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid
Sinergi Pusat-Daerah: 9 Paket Program Ayam Petelur Siap Berdayakan Peternak Jombang
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:30 WIB

HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:58 WIB

Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:45 WIB

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2