Proyek Hotmix Peningkatan Jalan di Situbondo Disorot: Diduga “Aspal Tipis” dan Tak Sesuai Kontrak

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Jagat Indonesia, Selasa 11 November 2025 – Proyek peningkatan infrastruktur jalan dengan lapisan hotmix (ACWC) di Jalan Arjuno, Panji Kidul (R 256), Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, kembali menuai kritik tajam. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Situbondo dengan nilai kontrak fantastis, yakni Rp 369.630.329.82 untuk volume sepanjang 461 meter, diduga kuat tidak dikerjakan sesuai Spesifikasi Teknis (Spektek) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), khususnya terkait dugaan pengurangan volume ketebalan aspal.

​Proyek yang dikerjakan oleh CV ZUDANKIA JAYA ini menjadi sorotan setelah tim investigasi lapangan menemukan kejanggalan serius di beberapa titik lokasi. Ketebalan lapisan aspal yang baru selesai dihamparkan terlihat sangat tipis dan tidak merata, jauh dari standar yang ditetapkan dalam RAB.

​Seorang tokoh masyarakat setempat, yang enggan namanya disebutkan, menyatakan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa ketebalan aspal yang dipasang jauh di bawah standar minimal.

“Dalam kontrak, biasanya ketebalan aspal hotmix untuk jalan kabupaten/desa minimal angka standar biasanya 4-5 cm. Namun, hasil pengecekan di lapangan, aspalnya terkesan hanya setebal kulit bawang/jagung, diduga diperkirakan hanya ketebalan 2-3 cm di banyak lokasi,” ujarnya pada Selasa (11/11/2025).

​Dugaan pengurangan volume ini semakin diperburuk dengan minimnya persiapan pengerjaan. Lapisan dasar (existing) jalan dilaporkan tidak dilakukan patching atau perbaikan struktur secara maksimal. Kondisi ini berpotensi besar membuat jalan yang baru diperbaiki akan cepat retak dan bergelombang, sehingga tidak akan bertahan lama dan merugikan keuangan daerah.

​Mendesak Audit dan Uji Laboratorium

​Menanggapi temuan ini, masyarakat dan aktivis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, serta Inspektorat Daerah, untuk segera turun tangan. Mereka menuntut dilakukannya audit fisik dan uji laboratorium terhadap kualitas aspal yang telah dihamparkan guna membuktikan adanya indikasi kerugian negara.

​Dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Situbondo, diminta bertanggung jawab penuh atas pengawasan dan kualitas pekerjaan. Dinas PUPR didesak untuk segera memanggil pihak kontraktor pelaksana, CV ZUDANKIA JAYA, guna dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban atas dugaan penyimpangan ini.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Situbondo dan kontraktor pelaksana CV ZUDANKIA JAYA belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan volume dan kualitas proyek aspal hotmix yang kini menjadi polemik di tengah masyarakat Situbondo.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep
Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid
Sinergi Pusat-Daerah: 9 Paket Program Ayam Petelur Siap Berdayakan Peternak Jombang
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:30 WIB

HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:58 WIB

Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:45 WIB

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2