SITUBONDO, JAGAT INDONESIA (21/11/2025) – Proyek peningkatan jalan di ruas Jl. Pondok Langger – Banongan (R 375) yang menggunakan material Hotmix Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC) menuai sorotan masyarakat. Warga mengkhawatirkan dugaan minimnya pengawasan di lapangan berpotensi memengaruhi kualitas dan daya tahan infrastruktur jalan tersebut.
Pekerjaan yang diketahui berada di bawah tanggung jawab kontraktor pelaksana CV Cindy Jaya Utama ini dinilai warga kurang mendapatkan supervisi yang memadai, terutama saat proses pengamparan material ACWC.
Sejumlah warga di sekitar lokasi proyek mengungkapkan keprihatinan mereka. Salah satunya disampaikan oleh Edi, warga setempat.
”Kami melihat pengerjaannya terkesan terburu-buru. Kami juga jarang melihat ada petugas pengawas yang standby di lokasi untuk memeriksa suhu material hotmix atau ketebalan lapisannya,” ujar Edi, Kamis (21/11).
Secara teknis, pengerjaan hotmix ACWC memang memerlukan pengawasan ketat untuk memastikan suhu, pemadatan, dan persentase campuran material sesuai spesifikasi kontrak. Jika tidak diawasi dengan baik, dikhawatirkan jalan akan cepat rusak, bergelombang, atau mudah retak, yang pada akhirnya merugikan anggaran negara dan masyarakat.
Edi mendesak agar pihak berwenang segera melakukan evaluasi terhadap tim pengawas lapangan.
”Pengawasan adalah kunci kualitas. Kami meminta agar pengawas yang ditugaskan benar-benar menjalankan fungsinya. Jika terbukti ada kelalaian, harus ada sanksi tegas. Jangan sampai proyek ini hanya bertahan seumur jagung,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Cindy Jaya Utama maupun dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi saat berusaha dikonfirmasi mengenai keluhan warga tersebut. Masyarakat berharap proyek ini dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik demi keamanan dan kenyamanan akses transportasi di ruas Jl. Pondok Langger – Banongan.








