Telan Anggaran 450 Juta, Proyek Jalan di Asembagus Dinilai “Jauh dari Harapan”

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, JAGAT INDONESIA – Harapan warga Desa Dunglo Penjalinan dan Batu Labeng untuk menikmati jalan mulus tampaknya harus tertunda. Proyek peningkatan jalan (Hotmix/Lapen) di Ruas 396 yang menelan anggaran APBD sebesar Rp 451 juta lebih, kini justru menjadi buah bibir karena kualitasnya yang dinilai mengecewakan.

​CV Cahaya Hidup selaku pelaksana proyek kini berada di bawah sorotan. Pasalnya, pantauan pekerjaan di lapangan pada Jumat (21/11/2025) menunjukkan indikasi pengerjaan yang terkesan terburu-buru dan mengabaikan kualitas.

​Indikasi Ketidaksesuaian Spesifikasi

Investigasi lapangan menemukan bahwa lapisan jalan di beberapa segmen memiliki ketebalan yang tidak seragam. Yang paling mencolok, material jalan terlihat tercampur dengan tanah, sebuah kondisi yang secara teknis dapat mengurangi daya rekat dan ketahanan jalan secara drastis.

“Sangat disayangkan. Seharusnya dengan anggaran sekian, kita mendapatkan jalan yang awet. Namun yang terlihat justru seperti lapisan tipis yang rentan rusak,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

​Kritik juga mengarah pada metode kerja kontraktor. Perbaikan struktur dasar (existing) yang seharusnya menjadi pondasi utama jalan, diduga tidak dilakukan dengan maksimal. Tanpa patching yang benar, lapisan baru di atasnya berpotensi besar hancur hanya dalam hitungan bulan.

​Menanti Ketegasan Dinas PUPR dan APH

Publik kini menanti ketegasan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Desakan agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan uji petik dan audit forensik konstruksi semakin menguat. Hal ini penting untuk memastikan tidak adanya kerugian negara dalam proyek infrastruktur tersebut.

​Hingga saat ini, konfirmasi yang coba dilakukan kepada pihak CV Cahaya Hidup dan Dinas PUPR Bidang Bina Marga belum mendapatkan respon. Masyarakat berharap adanya transparansi dan perbaikan segera sebelum kerusakan jalan semakin parah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2