Sikap Dingin DPRD Sumenep Terhadap Keluhan Air Bersih, GIP: Di Mana Hati Nurani Wakil Rakyat?

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Audensi kedua dari GIP Gerakan Insan Peduli untuk DPRD Sumenep

Surat Audensi kedua dari GIP Gerakan Insan Peduli untuk DPRD Sumenep

JAGAT INDONESIA, SUMENEP – Keresahan warga Sumenep terhadap buruknya pelayanan PDAM kini mencapai titik didih. Masalah air bersih ternyata tidak hanya menghantui warga di pelosok desa, tetapi juga telah merambah ke wilayah jantung Kota Sumenep. Ironisnya, di tengah buruknya distribusi air, beban masyarakat justru ditambah dengan kenaikan iuran bulanan.

​Hingga saat ini, Gerakan Insan Peduli (GIP) Sumenep masih menunggu itikad baik dari Komisi II DPRD Sumenep terkait surat audiensi kedua yang masuk sejak 10 Desember lalu. Sikap “tutup mata” para wakil rakyat ini dinilai sangat melukai perasaan warga.

​Hasil penelusuran tim GIP menunjukkan bahwa keluhan air bersih yang tidak lancar adalah masalah sistemik. Selain warga Desa Gir Papas dan Karanganyar, masyarakat di wilayah Kota Sumenep pun merasakan hal yang sama.

​Masalah ini bahkan menjadi topik utama perbincangan hangat warga di sudut-sudut kota, mulai dari tempat santai hingga di warung-warung Campor (makanan khas Sumenep). Warga mengeluhkan ketidakadilan: iuran resmi sudah dinaikkan, namun kran air di rumah mereka lebih sering mengeluarkan angin daripada air.

​Ketua GIP Sumenep, Mas Edy Susanto, mengecam keras lambatnya respons dari Komisi II.

“Kami sudah berkirim surat resmi, bahkan menghubungi Bapak FM via WhatsApp, namun nihil respons. Rakyat sudah membayar iuran lebih mahal, tapi hak mereka untuk mendapatkan air bersih diabaikan. Di mana fungsi pengawasan DPRD?” tanya Edy dengan nada tegas.

​Sekretaris GIP, Kak RN Win, menambahkan bahwa kehadiran perwakilan masyarakat desa dan kota dalam audiensi nanti bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban nyata dari PDAM dan Dewan.

​Pemerhati sosial budaya, Gus Rusli, turut menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, obrolan warga di warung Campor adalah indikator nyata bahwa publik sedang tidak baik-baik saja.

“Jika keluhan rakyat yang sudah ramai di warung-warung kopi dan Campor saja tidak terdengar oleh telinga wakil rakyat, maka patut dipertanyakan siapa yang mereka wakili di gedung dewan tersebut,” ujar Gus Rusli.

Dan sebagai bentuk keprihatinan Ia menyampaikan, Kurangnya respons menunjukkan adanya jarak yang lebar antara wakil rakyat dengan rakyatnya.

Masalah pelayanan publik (PDAM) yang dibiarkan berlarut-larut dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

DPRD seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengevaluasi kinerja BUMD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok warga.

GIP mendesak Komisi II segera menjadwalkan pertemuan sebelum amarah publik semakin meluas.

​GIP Sumenep menegaskan bahwa air adalah kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Pengabaian terhadap surat audiensi ini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat kecil.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2