DINAMIKA BACALON SEKDA SUMENEP: ANTARA BRANDING, KERJA SUNYI, DAN REKAM JEJAK KINERJA

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGATINDONESIA.COM, SUMENEP — Menjelang penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, dinamika internal birokrasi kian menarik untuk dicermati. Sejumlah bakal calon (bacalon) mulai terbaca polanya—bukan hanya dari pemberitaan media, tetapi juga dari respons internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan rekam jejak kinerja yang terekam dalam sistem pemerintahan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kontestasi Sekda tidak sesederhana soal siapa yang paling sering muncul di ruang publik.

 

CALON “TERBRANDING” MEDIA, KUAT DI LUAR, RAPUH DI DALAM

Ada bacalon yang sejak awal tampak sudah “dibentuk” citranya. Pemberitaan masif, narasi positif berulang, hingga penggambaran seolah menjadi figur paling siap memimpin birokrasi. Di permukaan, sosok ini terlihat kuat dan meyakinkan.

Namun, di balik itu, muncul catatan penting: figur ini tidak sepenuhnya mendapatkan penerimaan hangat dari internal OPD. Beberapa kalangan birokrasi menilai komunikasi kurang egaliter dan koordinasi belum mencerminkan kepemimpinan kolektif. Branding media yang kuat, pada titik tertentu, justru berbanding terbalik dengan persepsi di ruang kerja nyata.

Ini menjadi sinyal bahwa popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitas kepemimpinan birokrasi.

 

BERJALAN SUNYI, NAMUN EFEKTIF DAN EGALITER

Di sisi lain, terdapat bacalon yang nyaris tak terdengar di ruang publik. Minim ekspose media, tidak agresif membangun citra, namun dikenal luas di internal OPD sebagai figur pekerja. Pola kepemimpinannya cenderung egaliter—tidak menonjolkan hierarki kaku, tetapi menguatkan kerja tim.

Bacalon tipe ini sering kali luput dari radar opini publik, tetapi justru memiliki modal kepercayaan birokrasi yang kuat. Dalam konteks Sekda sebagai penggerak mesin ASN, karakter seperti ini menjadi nilai strategis yang sering kali tidak terlihat dari luar.

 

INOVATIF TANPA PERSONAL BRANDING

Ada pula bacalon yang menunjukkan kinerja inovatif, meski jarang menampilkan sosok pribadinya ke publik. Alih-alih membangun personal branding, bukti kerja justru muncul konsisten melalui kanal resmi instansi, mulai dari program digitalisasi, terobosan layanan, hingga capaian kinerja yang terukur.

Model kepemimpinan semacam ini menempatkan institusi di atas individu. Ia tidak mencari sorotan, tetapi membiarkan data dan hasil kerja berbicara. Dalam iklim reformasi birokrasi, pendekatan ini justru relevan dengan semangat merit system.

 

CALON ALTERNATIF: RENDAH HATI, TARGET KINERJA TERCAPAI

Sementara itu, terdapat pula calon alternatif yang dinilai memiliki kepribadian rendah hati dan komunikatif. Meski sempat memunculkan sedikit kontroversi di kalangan media, catatan kinerjanya relatif stabil dan target program yang dipimpin tercapai dengan baik.

Kontroversi ini lebih banyak bersifat persepsi, bukan substansi. Dalam praktik birokrasi, figur seperti ini sering kali menjadi “penyeimbang”, tidak terlalu dominan, namun mampu menjaga ritme kerja organisasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2