Tiga Repelita Menanti Aspal, Nyawa Warga Desa Campaka Terancam Lubang Maut

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar video, Warga sedang gotong royong menutupi jalan berlubang dengan tanah

Foto: Tangkapan layar video, Warga sedang gotong royong menutupi jalan berlubang dengan tanah

JAGATINDONESIA.COM, SUMENEP —  Kesabaran warga Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, nampaknya sudah berada di titik nadir. Selama belasan tahun—bahkan jika dikonversi setara dengan tiga periode Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)—akses jalan kabupaten yang melintasi desa mereka tak kunjung tersentuh aspal.

​Jalan yang menghubungkan Dusun Jampareng Daja hingga Dusun Jampareng Laok sepanjang 6 kilometer ini kini lebih menyerupai jalur “uji nyali” daripada fasilitas publik. Pantauan di lapangan menunjukkan lebih dari 10 titik kerusakan parah yang kerap memakan korban jiwa akibat kecelakaan tunggal.

Tampak Jalan aspal yang berlubang ditutupi dengan Tanah untuk meminimalisir ketidaknyamanan

​Gotong Royong di Tengah “Anak Tiri” Pembangunan sungguh ironis, di tengah kemajuan zaman tahun 2026 ini, warga terpaksa melakukan aksi swadaya dengan menambal lubang jalan menggunakan tanah. Langkah darurat ini diambil demi meminimalisir angka kecelakaan, meski mereka sadar solusi tersebut hanya bersifat sementara dan akan musnah saat hujan tiba.

​Pemerintah Desa Campaka menegaskan tidak tinggal diam. Upaya birokrasi terus ditempuh meski tembok kebijakan di tingkat kabupaten dirasa sangat tebal.

“Kami tetap konsisten memperjuangkan aspirasi warga. Usulan pengaspalan ini sudah kami masukkan dalam DURKPD hasil Musrenbangdes tahun ini. Kami pastikan data terinput di sistem SIPD-RI dan akan kami kawal ketat mulai dari verifikasi Dinas terkait hingga Musrenbangkab 2026,” tegas Pj. Kepala Desa Campaka, Mohammad Zainal, SE.

Warga saling bantu dengan mengirim makanan bagi yang bergotong royong

Prioritas yang Terabaikan, Senada dengan Pj. Kades, Sekretaris Desa Campaka, Moh. Mokid, menyoroti urgensi jalan ini sebagai urat nadi ekonomi dan akses keselamatan warga. Dengan volume panjang 6 km dan lebar 3 meter, jalan ini merupakan akses vital yang seharusnya menjadi prioritas APBD Kabupaten Sumenep.

“Masyarakat sudah jenuh, bosan, dan gelisah terus menunggu. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan nyawa. Kami sangat mengharapkan Pemerintah Kabupaten memprioritaskan jalur Jampareng Daja-Laok ini karena statusnya adalah jalan Kabupaten,” ujar Moh. Mokid.

​Warga kini hanya bisa menggantungkan harapan pada hasil Musrenbang 2026. Pertanyaannya, akankah jeritan warga Campaka kembali menguap di meja birokrasi, atau mungkinkah tahun ini aspal akhirnya menyapa tanah Jampareng?

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:11 WIB

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2