Akses Wisata Religi Goa Mandalia Rusak Parah, Warga Desa Langsar Tagih Janji Perbaikan

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; Tidak ada sisa aspal, yang tampak jalan batu dan tanah

Foto; Tidak ada sisa aspal, yang tampak jalan batu dan tanah

JAGAT INDONESIA | SUMENEP – Kondisi infrastruktur jalan menuju objek wisata religi dan budaya Goa Mandalia di Dusun Karoko, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, jalan aspal yang menjadi urat nadi menuju lokasi ritual adat “Cahe” tersebut dalam kondisi rusak berat dan seolah terlupakan oleh pihak berwenang.

Aspal warisan Tahun 2007 yang kian terkikis, ini berdasarkan penelusuran di lapangan, jalan aspal tersebut terakhir kali mendapat sentuhan perbaikan pada masa kepemimpinan almarhum Kepala Desa Atmojo, yang terpilih pada tahun 2007 silam. Sejak saat itu, belum ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk melakukan pengaspalan ulang atau pemeliharaan berkala.

Kerusakan ini dinilai kontradiktif dengan status Goa Mandalia sebagai pusat kegiatan budaya tahunan. Setiap tahunnya, lokasi ini menjadi magnet bagi ratusan warga, tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari luar Kecamatan Saronggi yang ingin menyaksikan langsung Ritual Adat Cahe.

Keluhan Warga: “Jangan Abaikan Potensi Budaya Kami”

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa kekecewaannya. Ia menyebut bahwa jalan ini bukan sekadar akses transportasi, melainkan cerminan kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya.

“Kami sebenarnya sangat berharap pihak Pemerintah Desa Langsar bisa lebih perhatian. Jalan ini setiap tahun dilewati orang banyak untuk kegiatan Budaya Cahe. Yang datang bukan cuma warga sini, tapi banyak dari luar kecamatan,” tuturnya dengan nada miris.

Selain menjadi akses ritual adat, jalan tersebut merupakan jalur utama menuju Pondok Pesantren Mandalia Al Mukaromah. Di lokasi ini, rutin digelar Pengajian Akbar oleh tokoh adat setempat, yang secara otomatis meningkatkan volume kendaraan yang melintas.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih meraba-raba mengenai kapan perbaikan akan dilakukan. Belum ada kepastian resmi maupun sosialisasi dari pihak Desa Langsar terkait pengalokasian dana desa (DD) atau bantuan keuangan lainnya untuk pembenahan akses tersebut.

Akses jalan yang mumpuni diharapkan tidak hanya memperlancar kegiatan ritual budaya dan keagamaan, tetapi juga mampu mendongkrak potensi wisata sejarah di wilayah Sumenep. Media ini tengah berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Pemerintah Desa Langsar untuk mendapatkan klarifikasi mengenai rencana pembangunan infrastruktur di Dusun Karoko tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:11 WIB

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2