Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib Suryodirjo bersama KH. Muzammil saat ramah tamah

Foto : Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib Suryodirjo bersama KH. Muzammil saat ramah tamah

JAGAT INDONESIA – SUMENEP | Suasana khidmat menyelimuti Dusun Batu Bintang, Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Selasa malam (09/06/2026). Yayasan Hayatul Mursyidin sukses menyelenggarakan perhelatan akbar, Haflatul Imtihan sekaligus Wisuda Tahfidzul Quran Juz 30.

​Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB ini menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, dan masyarakat sekitar. Sebelum memasuki rangkaian acara inti, pihak yayasan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada para santri berprestasi, baik dalam kategori hafalan Al-Quran maupun peringkat akademik.

​Kehadiran sosok ulama sepuh, KH. Muzammil yang juga merupakan guru dari Pengasuh Yayasan Hayatul Mursyidin, Kiyai Kiwani, menambah sakralnya prosesi malam itu. Tampak pula keluarga besar dari Pacenan serta para tokoh masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan penuh bagi pendidikan karakter generasi muda di wilayah Batang-Batang.

Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib Suryodirjo bersama Pengasuh Kiyai Kiwani (putih) dan K.A. Fauzi dari Pacenan (Hijau)

​Puncak acara diisi dengan pengajian umum oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma’tsurin Pakong, Pamekasan, Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib Suryodirjo. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara santri, wali santri, dan pendidik dalam menuntut ilmu.

​Mengutip sebuah Hadist Qudsi, beliau mengingatkan pentingnya rasa syukur kepada perantara nikmat Allah:

عبدي لم يشكرني اذا لم يشكر على من اجريت نعمتي على يديه (حديث قدسي)

“Hamba-Ku tidak bersyukur kepada-Ku kalau tidak bersyukur kepada orang yang menjadi penyebab sampainya nikmat-Ku padanya.”

​KH. Abdul Hamid menyoroti bahwa ilmu setinggi apa pun tidak akan berdampak positif tanpa adanya barokah, yang salah satunya bersumber dari khidmah (pengabdian) kepada guru.

“Pendidik yang sabar, wali santri yang sabar, dan siswa yang sabar adalah kunci. Ketiganya saling berkaitan. Jika salah satu saja tidak sabar, maka ilmu akan sulit dicapai,” ujar beliau di hadapan para jamaah.

​Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengulas kembali enam syarat keberhasilan dalam menuntut ilmu yang tersurat dalam kitab Ta’limul Muta’allim, yakni:

  1. Cerdas
  2. Keinginan yang kuat
  3. Sabar
  4. Biaya (Finansial)meskipun beliau menegaskan bahwa faktor finansial bukanlah segalanya, karena kegiatan belajar tetap bisa berjalan selama dilandasi kesabaran.
  5. Petunjuk Guru
  6. Tidak berhenti di tengah jalan.

​Beliau berpesan kepada para orang tua agar tidak mudah menyerah dalam mengawal pendidikan anak.

“Dikala muncul kejenuhan pada anak, berikanlah arahan yang menarik agar mereka tidak berhenti di tengah jalan. Kita harus membantu pendidik dengan terus mengarahkan anak ke hal-hal positif saat mereka berada di rumah,” tambahnya.

​Acara yang penuh keberkahan ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Muzammil dari Pacenan, Batang-Batang, sebagai penutup rangkaian kegiatan wisuda dan pengajian malam itu.

Facebook Comments Box

Penulis : Gus Li

Editor : Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:11 WIB

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2