JAGAT INDONESIA | SUMENEP — Suasana duka menyelimuti Dusun Aeng Larangan, Desa Kolo-Kolo, Kepulauan Kangean. Mohammad Abdullah, seorang perantau yang telah bertahun-tahun mengadu nasib di Negeri Jiran, akhirnya kembali ke tanah kelahiran. Namun, kepulangannya kali ini adalah perjalanan terakhirnya untuk menghadap Sang Khalik.
Almarhum diketahui menghembuskan napas terakhirnya di Terengganu, Marang, Malaysia. Peristiwa ini bermula di suatu pagi ketika rekan kerja almarhum mendapati beliau tidak terbangun dari tidurnya.
Pihak Kepolisian setempat segera mengevakuasi jenazah ke Hospital Marang, Kuala Terengganu. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Mohammad Abdullah dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan penuh perjuangan dan koordinasi yang apik antara pihak agensi dan keluarga, yang diwakili oleh Wisno Rahmatullah Hasani. Berikut adalah garis waktu perjalanan almarhum:
-
7 April 2026, 17.30 (Waktu Malaysia): Jenazah diterbangkan dari Malaysia.
-
7 April 2026, 20.00 WIB: Tiba di Bandara Juanda, Surabaya, disambut oleh keluarga (Atnamo) dan bantuan dari Paguyuban Pemuda Kangean.
-
7 April 2026, 24.00 WIB: Jenazah tiba di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, melalui jalur darat menggunakan ambulans.
-
8 April 2026, 06.30 WIB: Setelah menyeberang lautan menggunakan Ambulan Laut “Lanceng Takaek” yang dinakhodai oleh Pandi, almarhum akhirnya tiba di dermaga Pulau Kangean.
Kedatangan jenazah di Pulau Kangean disambut dengan isak tangis histeris dari pihak keluarga dan para pelayat yang telah menunggu sejak dini hari. Setelah bertahun-tahun merantau demi mencari nafkah di negeri orang, almarhum kini telah beristirahat dengan tenang di bumi kelahirannya.
“Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Beliau adalah sosok pekerja keras yang gigih. Kini tugasnya di dunia telah usai, dan ia kembali kepada Sang Pemilik dalam keadaan husnul khatimah, insya Allah.”
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, Mohammad Abdullah.












