Keturunan Ken Arok Ajak Anak Bangsa Tetap ‘Kerasan’ di Indonesia, Tanggapi Statemen Presiden Soal Yaman

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA | SURABAYA – Menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mempersilakan pihak-pihak yang merasa masa depan Indonesia suram untuk pindah ke Yaman, keturunan penguasa tanah Jawa mulai angkat bicara. Firman Syah Ali, yang dikenal sebagai keturunan Ken Arok melalui garis Raden Fatah (Sultan Demak), mengimbau seluruh elemen bangsa untuk tetap bertahan dan mencintai tanah air dalam kondisi apa pun.

Pria yang akrab disapa Cak Firman ini menekankan bahwa loyalitas terhadap bangsa tidak boleh luntur hanya karena perbedaan pandangan politik atau situasi negara yang dianggap tidak ideal.

Kesetiaan pada Tanah Air: “Jangan Kabur”. Sebagai sosok yang membawa darah leluhur raja-raja besar di Nusantara, Firman Syah Ali meminta masyarakat untuk memiliki ketangguhan mental. Baginya, meninggalkan Indonesia saat situasi dianggap sulit bukanlah solusi yang bijak.

“Sebagai keturunan Ken Arok, saya meminta apa pun kondisinya, warga negara Indonesia tetap bertahan dan kerasan (betah) di sini. Entah situasinya silau, buram, bahkan gelap gulita sekalipun, tetaplah cintai tanah yang mulia ini. Jangan tinggalkan,” tegas keponakan Mahfud MD tersebut.

Ia menambahkan bahwa Indonesia adalah tanggung jawab bersama.

“Kita cintai bersama, kita benahi bersama, dan kita rawat bersama,” lanjutnya.

Terkait dinamika politik yang sering kali memicu polarisasi, Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) ini mengingatkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan atau sunnatullah. Namun, perbedaan tersebut seharusnya diramu menjadi energi positif untuk membangun masa depan, bukan justru menjadi alasan untuk “angkat kaki”.

“Bukan karena berbeda pandangan lantas main kabur-kaburan. Itu contoh yang kurang baik untuk generasi penerus bangsa,” ujar tokoh Kongres Rakyat Madura (KRM) ini.

Harapan untuk Kejayaan Kembali menutup pernyataannya, Firman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan persatuan bangsa. Ia merujuk pada kejayaan masa lalu sebagai motivasi untuk bangkit di masa depan.

“Mari kita berdoa semoga bangsa yang pernah jaya di bawah kepemimpinan para leluhur saya—raja-raja Majapahit—ini akan terus jaya dan bersatu. Aamiin Allahumma Aamiin,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)
*MAKLUMAT CHENG HOO* Mengembalikan Ulama sebagai Navigator Nahdlatul Ulama
Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)
Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan
Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban
Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha
INFLASI DEMAGOG
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)

Senin, 15 Juni 2026 - 22:30 WIB

*MAKLUMAT CHENG HOO* Mengembalikan Ulama sebagai Navigator Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:39 WIB

Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:33 WIB

Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban

Berita Terbaru

Opini

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:33 WIB

Opini

Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:51 WIB

2