Sorotan Kritis: Ratusan Media Mitra Pemkab Sumenep, Mengapa Akses Informasi Publik Justru Mandek?

Pemerhati Pertanyakan Efisiensi Anggaran Kemitraan, Tuntut Audit Kinerja Media dan Kebijakan yang Lebih Inklusif Selain Asosiasi.

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA, SUMENEP – Kemitraan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dengan ratusan media, yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kini menuai pertanyaan tajam. Alih-alih meningkat upgrade infomasi  , realitas di lapangan justru menunjukkan keminiman informasi publik, khususnya terkait progres pembangunan dan kebijakan daerah.

​Pemerhati kebijakan publik dan informasi, Rizal Yanuarta, menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, terjadi ironi signifikan: jumlah media yang masif tidak selaras dengan produktivitas informasi yang sampai ke masyarakat.

​“Ini adalah anomali data. Kami mencatat, dari ratusan media yang terdaftar sebagai mitra kerja sama Pemkab Sumenep, media yang benar-benar aktif dan konsisten memberitakan isu-isu pembangunan daerah bisa dihitung jari,” tegas Rizal dalam keterangannya.

​Tinjauan Fungsi dan Beban APBD

​Rizal menekankan bahwa esensi kerja sama dengan media adalah membentuk mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan transparansi, mengedukasi publik, dan mengawal kebijakan. Namun, jika jumlah media yang besar tidak menjamin peningkatan akses informasi, ia khawatir kemitraan tersebut hanya membebani anggaran daerah.

“Jika ratusan media itu eksis, tetapi publik masih kesulitan mendapatkan informasi pembangunan yang utuh, lantas apa fungsi anggaran yang dialokasikan untuk kerja sama ini? Kita harus pastikan alokasi APBD memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi beban administratif,” kritiknya.

​Ia menilai, banyak entitas media terdaftar tetapi pasif dalam menjalankan fungsi publikasi secara konsisten, membuat ekosistem informasi menjadi tidak sehat.

Desakan Evaluasi Kinerja Berbasis Akuntabilitas

​Menyikapi kondisi ini, Rizal Yanuarta mendesak Kominfo Sumenep untuk segera mengambil langkah konkret: evaluasi menyeluruh dan penyaringan media mitra berbasis kinerja.

​Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana publik. Kominfo didorong untuk memastikan bahwa setiap media yang menjalin kerja sama benar-benar memberikan kontribusi pemberitaan yang relevan dan konsisten.

​Selain evaluasi kinerja, Rizal juga menyoroti pola kemitraan Pemkab yang terkesan terfokus dan eksklusif pada media yang berafiliasi dengan asosiasi atau aliansi tertentu.

“Pemerintah daerah perlu membuka diri. Kebijakan kemitraan seharusnya tidak membatasi atau mewajibkan media harus tergabung dalam asosiasi manapun. Kemitraan yang sehat harus didasarkan pada profesionalisme dan kualitas publikasi, bukan hanya pada afiliasi kelembagaan. Media, baik yang berdiri independen maupun yang tergabung, harus mendapat kesempatan yang sama asalkan memenuhi standar kinerja dan legalitas,” jelas Rizal,

menambahkan masukan tersebut sebagai bentuk perbaikan tata kelola kemitraan.

“Sudah saatnya Kominfo melakukan screening yang tegas. Pemerintah daerah membutuhkan mitra yang aktif bekerja, bukan sekadar nama dalam daftar untuk melengkapi syarat administrasi. Media yang tidak aktif harus dievaluasi secara objektif,” pungkasnya.

​Minimnya arus informasi publik di era digital adalah tantangan serius terhadap prinsip keterbukaan. Akuntabilitas pembangunan daerah tidak boleh terhalang oleh kemitraan media yang tidak produktif dan berpotensi membatasi partisipasi. Evaluasi yang ketat dan kebijakan yang lebih inklusif menjadi kunci untuk memulihkan ekosistem informasi yang sehat dan produktif di Sumenep.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat
Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan
INFLASI DEMAGOG
Parsanga, Tanah Keraton Siding Puri yang Kini Diperebutkan Zaman
Mengharap Kebangkitan Rupiah di Hari Kebangkitan Nasional
Politik Makam : Tinjauan Sosio-Historis dan Yuridis

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:34 WIB

Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

INFLASI DEMAGOG

Berita Terbaru

Artikel

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gambar Ilustrasi Kiyai Abdurrahman dari Sumenep ke Pamekasan

Artikel

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Artikel

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

2