Program PTSL Desa Kertosari Kec. Asembagus Diduga Terjadi Bancakan Penggalangan Dana

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Hasil tangkap layar di Medsos

Foto : Hasil tangkap layar di Medsos

Situbondo, Jagatindnesia.com – Program Pemerintah Pusat melalui Kantah BPN Situbondo yakni PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang dikerjakan Desa Kertosari Kecamatan Asembagus di Tahun 2021 tak kunjung selesai.

Yang membuat miris diduga menjadi ajang penggalangan/penarikan dana dari warga yang ingin mengajukan terselesai Sahnya kepemilikan tanah Bersertifikat.

Diduga dari ratusan warga yang mengajukan Program PTSL ke Desa Kertosari telah membayar biaya adminitrasi /ditarik dengan biaya bervariasi antara 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) bahkan lebih, serta disetiap pengukuran bidang lahan memberikan dana tambahan 100.000 (seratus ribu rupiah).

Anggaran dana dari Warga yang mengikuti program tersebut, digalang oleh Sekdes Desa Kertosari Rudi dan deserahkan kepada ketua Panitia PTSL saudara Dedi.

Sampai tahap tahun keempat, mulai Tahun 2021 yakni 2025 penyelesaian Program PTSL ini tak kunjung selesai membuat warga pemohon program tersebut, jengah/gundah hingga kepercayaan kepada Pemdes Desa Kertosari terkikis.

“Bagaimana ini mulai Tahun 2021 kami mengajukan penyelesaian agar tanah sah bersertifikat dan kami sudah membayar lebih admitrasinya sampai Tahun 2025 ini tak ada kepastian,” ungkap YN salah satu pemohon Program PTSL mewakili yang lainnya kepada awak Media Kamis 18/9/2025.

Ditempat terpisah diwaktu yang sama pernyataan warga lain,

“Kami mengharapkan segera selesaikan dan ditunggu jika tidak ada penyelesaian berarti Pemdes Desa Kertosari disinyalir memeras Warganya secara samar”, ungkap HN yang tidak mau disebut namanya secara langsung asal Dusun Karang Tengah.

Hal ini, membuat geram serta mulai akan mendapatkan perhatian serius dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat, yang memang Gettol memerangi ketidak beresan yang terjadi Khususnya di Situbondo. Minimalnya bebas dari Korupsi dan Pungli sehingga Situbondo Berkelas dari segala aspek terutama Akhlaq.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2