Tambang Ilegal Kembali Disorot Oleh Gus Lilur, Setelah Presiden Prabowo Mengambil Langkah Strategis

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pegiat anti korupsi HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Foto : Pegiat anti korupsi HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Jagatindonesia.com||Langkah strategis dilakukan Presiden RI Jenderal TNI Prabowo Subianto dengan merancang pembentukan Komite Reformasi Polri, sebagai respons atas gelombang unjuk rasa yang berujung tragis akhir Agustus lalu. Komite ini diharapkan menjadi senjata untuk memperbaiki institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara menyeluruh.

Hasil kerja komite nantinya akan menjadi rujukan penting dalam revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2029. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menegaskan bahwa rekomendasi ini akan menjadi bahan krusial dalam pembahasan RUU Kepolisian.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut anggota komite kemungkinan berjumlah sembilan orang, termasuk mantan Kapolri. Salah satu nama yang sudah dipastikan bergabung adalah Mahfud MD, eks Menko Polhukam.

“Alhamdulillah beliau bersedia ikut serta,” kata Prasetyo.

Meski begitu, susunan resmi komite termasuk siapa ketuanya masih menunggu keputusan final.

Langkah Presiden Prabowo ini disambut positif oleh Pegiat anti-korupsi HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. Ia menilai evaluasi terhadap institusi sebesar Polri adalah keniscayaan.

“Kita semua cinta Polri, tapi tentu ada hal-hal yang harus diperbaiki agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Gus Lilur.

Ia menekankan bahwa reformasi Polri akan diuji dalam kasus-kasus nyata di lapangan, salah satunya maraknya tambang ilegal di Madura. Menurutnya, negara tak boleh kalah oleh mafia tambang yang merusak tatanan hukum.

Fenomena tambang ilegal di Madura ini dinilai Gus Lilur sebagai ujian awal Komite Reformasi Polri. Ia menegaskan, tanpa tindakan tegas atas kasus seperti ini, kepercayaan publik pada reformasi Polri akan terancam.

“Negara tidak boleh tunduk pada tambang liar. Reformasi Polri harus dimulai dari langkah konkret: bersihkan mafia tambang, tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Tambang Ilegal di Asta Tinggi Sumenep, salah satu kasus yang mencuat adalah dengan dugaan tambang liar di kawasan wisata religi tersebut, yang merupakan makam Raja-raja Sumenep. Yang mana kasus ini telah lama dilaporkan oleh Yayasan Panembahan Somala (YPS), namun tak kunjung ditangani tuntas.

Ketua YPS (Yayasan Panembahan Sumolo), RB. Moh. Amin, mengungkap pihaknya sudah dua kali melaporkan dugaan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) :

Polres Sumenep, Nomor: 03/YPS/III/2023 (6 Februari 2023).

Dirreskrimsus Polda Jatim, Nomor: 17/YPS/VI/2024 (19 Juni 2024).

Namun, hingga September 2025, aktivitas tambang liar masih berlangsung. Bahkan, alat berat masih terlihat beroperasi meski polisi sudah pernah melakukan pengecekan di lokasi pada 30 Desember 2024.

“Kami punya bukti foto dan video. Aktivitas itu masih berjalan hingga 19 September 2025,” tegas Gus Amin.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD
KECELAKAAN MAUT DI MARENGAN LAOK: SISWA SMPN 2 SUMENEP MENINGGAL DUNIA
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”
HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”
Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep
Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid
Sinergi Pusat-Daerah: 9 Paket Program Ayam Petelur Siap Berdayakan Peternak Jombang
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Mendorong Pengelolaan Kawasan Tenurial Nelayan yang Adil, KNTI Sumenep Gelar Diskusi Kebijakan Bersama Pemkab dan DPRD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:45 WIB

PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:30 WIB

HEBOH! Tokoh Pemuda dan Advokat Bongkar Bantahan PT Garam: “Faktanya Tidak Sesuai, Justru Semakin Membuka Dugaan Perlakuan Khusus!”

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:58 WIB

Permohonan Kerja Sama Ditolak, Kelompok Nelayan Blokade Saluran Air Pegaraman 1 Sumenep

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:45 WIB

Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Rp 19 Juta dan Lakukan Pungli, Oknum Guru SDN Talang 3 Dilaporkan Wali Murid

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2