Mengharap Kebangkitan Rupiah di Hari Kebangkitan Nasional

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Firman Syah Ali

Di saat semangat Budi Utomo 118 tahun lalu tetap tidak lekang dari memori kolektif bangsa, pertanyaan yang menggantung di kepala setiap anak bangsa bukan lagi sekadar soal semangat nasionalisme yang abstrak, melainkan satu hal yang sangat konkret, aktual, dan faktual, kapan Rupiah bisa kembali ‘gagah’?”.

Paradoks ini terasa semakin nyata ketika kita melihat angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61%. Di atas kertas, mesin ekonomi kita tampak berderu kencang menghantam semua penghalang, memberikan janji stabilitas di tengah badai ketidakpastian global. Namun, bagi masyarakat di akar rumput, angka-angka statistik tersebut seringkali terasa jauh dari realitas dompet yang cekak, realitas saldo rekening pribadi yang mengharu biru, realitas teror telepon dari debt collector. Kita terjebak dalam dilema klasik, negara yang sedang tumbuh pesat, namun daya beli masyarakatnya justru seolah tergerus oleh fluktuasi nilai tukar yang membuat biaya hidup merangkak naik setiap harinya, sehingga angka pertengkaran rumah tangga juga merangkak naik.

Sesungguhnya, semangat kebangkitan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa bukan untuk membiarkan kita terus-menerus menjadi penonton di pasar sendiri. Jika 118 tahun lalu Budi Utomo lahir sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk melawan penindasan kolonial, maka di tahun 2026 ini, “kolonialisme” itu telah bertransformasi menjadi ketergantungan terhadap mata uang dan produk asing. Kebangkitan nasional hari ini bukan lagi tentang jargon yang diteriakkan di podium, melainkan tentang seberapa berani kita berdaulat dalam menentukan pola konsumsi, beralih ke inovasi lokal, dan memperkuat fondasi ekonomi domestik agar Rupiah tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pasar global.

Pada akhirnya, mengharap kebangkitan Rupiah tidak bisa disandarkan pada kebijakan makro semata, apalagi sekadar retorika tahunan. Ia adalah akumulasi dari keputusan mikro yang kita ambil setiap hari—pilihan untuk mendukung karya anak bangsa, keberanian untuk berinovasi di bidang digital, dan komitmen untuk tidak mudah silau dengan barang impor. Hari Kebangkitan Nasional kali ini harus menjadi titik balik, saat di mana kita berhenti sekadar mengharap Rupiah gagah, dan mulai bekerja kolektif untuk memastikannya tetap berdaulat di tanahnya sendiri.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2