Mengharap Kebangkitan Rupiah di Hari Kebangkitan Nasional

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk benar-benar mewujudkan kedaulatan tersebut, kita membutuhkan lompatan paradigma dari “bangga memakai produk lokal” menjadi “bangga memajukan ekosistem lokal.” Solusi nyata dimulai dari keberanian pemerintah dan sektor swasta untuk menekan biaya logistik dan mempercepat digitalisasi UMKM agar harga barang lokal kita kompetitif dengan barang impor. Di sisi lain, kita sebagai konsumen perlu mulai kritis, apakah pengeluaran kita hari ini berkontribusi pada penguatan ekonomi domestik, atau justru menjadi peluru bagi mata uang asing? Inovasi di sektor ekonomi kreatif yang didorong oleh kebijakan berbasis riset dan pro-daya saing akan menjadi kunci. Ketika produk kita memiliki nilai tambah tinggi, maka dengan sendirinya Rupiah tidak perlu diminta untuk gagah; ia akan gagah dan tampan dengan sendirinya karena dunia membutuhkan apa yang kita hasilkan.

Sebagai penutup, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini harus kita maknai bukan sebagai rutinitas seremonial tahunan yang membosankan, melainkan sebagai momentum evaluasi diri yang jujur dan jernih. Jika Budi Utomo berhasil menggalang persatuan melalui pergerakan kebangsaan, maka saat ini kita dipanggil untuk menggalang persatuan melalui pergerakan ekonomi. Mari jadikan 20 Mei bukan hanya sekadar catatan sejarah di kalender, atau sekedar membacakan berpidato di atas mimbar upacara, tetapi hari di mana kita menetapkan standar baru bahwa kedaulatan bangsa adalah harga mati yang tercermin dalam nilai tukar Rupiah. Sudah saatnya kita berhenti berharap pada keajaiban pasar, dan mulai membangun kebangkitan itu dengan tangan kita sendiri. Selamat Hari Kebangkitan Nasional, saatnya Rupiah kembali berdaulat, saatnya kita tegak berdiri sebagai bangsa yang mandiri.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2