Monumen Kemerdekaan 1946 di Masjid Jamik Sumenep: 80 Tahun Sebuah Tanda Tanya

Monumen Kemerdekaan 1946 di Masjid Jamik Sumenep: 80 Tahun Sebuah Tanda Tanya

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di halaman luar Masjid Jamik Sumenep, berdiri monumen kecil berbentuk bola emas di atas tugu. Tulisan di bawahnya sederhana tapi penuh makna:

“1 TAHOEN HARI KEMERDEKAAN R.I. 17-8-1946.”

Tampak dari dekat Monumen Kemerdekaan RI setelah 1 tahun Indonesia Merdeka

Bukan kebetulan monumen ini ada di halaman masjid. Seolah para leluhur ingin menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa ini tak bisa dipisahkan dari nilai keimanan. Masjid adalah pusat spiritual, sementara monumen adalah simbol perjuangan. Keduanya bersatu dalam satu ruang mengajarkan kita bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.

Kini, 80 tahun Indonesia merdeka. Kita patut bertanya: apakah generasi muda hari ini masih membawa semangat yang sama seperti para pendahulu? Ataukah kita hanya menjadikan kemerdekaan sebagai seremonial tahunan tanpa makna mendalam?

Monumen itu seakan berpesan:
“Jagalah imanmu, rawat bangsamu. Jangan biarkan kemerdekaan ini pudar oleh lupa dan lalai.”

Maka di usia 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita warisi semangat para pejuang: memadukan kekuatan iman dengan aksi nyata. Bukan hanya mengenang, tapi melanjutkan perjuangan. Karena merdeka bukan akhir, melainkan amanah.

Seperti yang terlihat dimana monumen tersebut tertulis 1 tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya kala itu. Dimana secara tidak langsung dalam pesan tersebut bahwasanya Sumenep sangat siap bersatu dan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan
INFLASI DEMAGOG
Parsanga, Tanah Keraton Siding Puri yang Kini Diperebutkan Zaman
Profil Pesantren Tahfidzul Qur’an Abdul Qodir: Merajut Sanad, Mencetak Generasi Penjaga Kalam Ilahi

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:34 WIB

Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gambar Ilustrasi Kiyai Abdurrahman dari Sumenep ke Pamekasan

Artikel

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Artikel

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

2