*Naghfir’s Institute Segera Garap Lahan Penanaman Kopi di Lereng Bukit-Bukit Sumenep*

*Naghfir's Institute Segera Garap Lahan Penanaman Kopi, Pemberdayaan Masyarakat dari Petani Menjadi Ahl*

​SUMENEP, JAGAT INDONESIA, 29 Desember 2025 – Kabar segar berhembus dari ujung timur Pulau Madura. Naghfir’s Institute secara resmi mengumumkan inisiatif strategis untuk menggarap lahan penanaman kopi di kawasan lereng perbukitan Kabupaten Sumenep. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menghidupkan kembali potensi agrikultur lokal yang selama ini tersembunyi di balik perbukitan kapur.

​Selama ini, Sumenep identik dengan komoditas tembakau dan jagung. Namun, melalui riset mendalam, Naghfir’s Institute menemukan bahwa karakteristik tanah dan mikroklimat di beberapa titik perbukitan, seperti kawasan Ganding, Guluk-Guluk, hingga perbukitan di wilayah Batuan, memiliki potensi besar untuk menghasilkan biji kopi dengan cita rasa yang unik.

​Fokus utama program ini adalah memanfaatkan lahan tidur di lereng bukit melalui sistem agroforestri. ​Menyulap Lereng Menjadi Lahan Produktif. Metode ini mengintegrasikan tanaman kopi di bawah naungan pohon-pohon besar, sehingga fungsi konservasi hutan tetap terjaga sementara nilai ekonominya meningkat pesat.
​Direktur Naghfir’s Institute, dalam tinjauan langsung ke lokasi, mengungkapkan optimismenya terhadap proyek ini.

“Kami tidak hanya ingin menanam kopi, kami ingin menanam masa depan. Lereng-lereng di Sumenep ini punya ‘jiwa’ yang cocok untuk kopi jenis tertentu. Jika dikelola dengan hati dan ilmu pengetahuan, kopi Sumenep akan punya karakter rasa yang tidak ditemukan di daerah lain,” ungkapnya.

​Pemberdayaan Masyarakat dari Petani Menjadi Ahli. Proyek ini tidak hanya bicara soal bisnis, tetapi tentang transformasi sosial. Naghfir’s Institute telah menyiapkan peta jalan pemberdayaan bagi warga sekitar, di antaranya:
​Transfer Teknologi: Petani lokal akan dibekali teknik budidaya modern yang ramah lingkungan.
​Standardisasi Mutu: Pendampingan dari proses tanam hingga pasca-panen guna mencapai kualitas specialty coffee.
​Kemandirian Ekonomi: Membuka lapangan kerja baru bagi pemuda desa di sektor pengolahan dan distribusi.

​Selain fokus pada produksi, Naghfir’s Institute memproyeksikan kawasan ini menjadi destinasi Agrowisata Edukasi. ​Menuju Ikon Baru Wisata Kopi Madura. Ke depannya, para penikmat kopi dapat berkunjung langsung ke kebun, memetik buah kopi, dan menikmati seduhan segar di atas bukit sambil memandang lanskap Sumenep yang menawan.
​Inisiatif ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi hijau di Madura. Dengan dimulainya penggarapan lahan ini, perjalanan Sumenep menuju peta kopi nusantara telah resmi dimulai.

Naghfir’s Institute adalah lembaga yang bergerak di bidang riset, pengembangan potensi lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus pada inovasi berkelanjutan, lembaga ini terus berupaya menciptakan solusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *