Proyek Pustu Kertosari Situbondo Disorot Tajam: Diduga Campuran Cor Tak Sesuai Spesifikasi, Kekuatan Struktur Terancam!

Proyek Pustu Kertosari Situbondo Disorot Tajam: Diduga Campuran Cor Tak Sesuai Spesifikasi, Kekuatan Struktur Terancam!

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Jagat Indonesia – Pelaksanaan proyek pembangunan Pusat Kesehatan Desa (Pustu) di Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, Situbondo, menjadi sorotan tajam masyarakat dan pegiat anti korupsi. Dugaan kuat muncul mengenai ketidaksesuaian material yang digunakan pada pekerjaan pengecoran kolom besi, sebuah elemen krusial bagi kekuatan struktural bangunan.

​Dugaan di lapangan menyebutkan bahwa campuran cor untuk kolom besi proyek Pustu Kertosari tidak menggunakan batu split atau koral (agregat kasar) yang merupakan syarat mutlak dalam mencapai kekuatan dan mutu beton yang dipersyaratkan.

“Penggunaan agregat kasar (seperti batu split) sangat penting untuk mencapai kekuatan dan mutu beton yang dipersyaratkan. Jika dugaan ini benar, dapat berdampak serius pada kekuatan struktural bangunan Pustu, mengancam keselamatan dan fungsi bangunan publik,” demikian pernyataan yang beredar di kalangan masyarakat.

Anggaran Rp 187 Juta dan Potensi Kerugian Negara

​Proyek ini bersumber dari anggaran DAU EARMARK APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak yang mendekati Rp 187 Juta (Nilai HPS: Rp 187.589.900,00, Pagu: Rp 189.316.530,00), yang dimenangkan oleh CV Bina Harmoni Semesta melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo.

​Dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan ini menimbulkan kekhawatiran adanya potensi kerugian negara atau ketidaktepatan sasaran penggunaan anggaran publik. Pelanggaran spesifikasi teknis dalam kontrak dapat menjadi dasar untuk audit dan investigasi lebih lanjut.

Kelemahan Fatal: Minimnya Pengawasan Teknis

​Kecurigaan ini diperkuat dengan adanya indikasi ketiadaan pengawasan yang memadai di lokasi proyek. Ketiadaan pengawas teknis dari Dinas terkait atau konsultan pengawas menjadi indikasi lemahnya kontrol kualitas di lapangan, yang secara langsung berkontribusi pada munculnya kejanggalan dalam pemilihan dan penggunaan material.

Desakan Investigasi dan Uji Laboratorium

​Mendesaknya dugaan ini, publik menuntut agar Pihak berwenang – terutama Inspektorat dan Dinas terkait (Dinas Kesehatan) – segera bertindak.

Langkah yang harus segera dilakukan meliputi:

​Investigasi dan Uji Petik: Melakukan investigasi mendalam dan uji petik di lokasi proyek.

​Pengambilan Sampel Cor: Mengambil sampel cor dari kolom yang dicurigai untuk pengujian mutu beton di laboratorium independen.

​Kontraktor pelaksana wajib segera memberikan klarifikasi dan menunjukkan bukti-bukti material yang digunakan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis kontrak. Dinas terkait juga harus meningkatkan intensitas pengawasan untuk memastikan pekerjaan selanjutnya dilakukan sesuai standar.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana, CV Bina Harmoni Semesta, belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan resmi terkait dugaan serius penyimpangan material cor tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat
Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan
INFLASI DEMAGOG
Parsanga, Tanah Keraton Siding Puri yang Kini Diperebutkan Zaman
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura
“Terkait Dugaan Sengketa Lahan Batalyon di Parsanga, DPRD Sumenep Buka Ruang Audiensi bagi Warga”

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:34 WIB

Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

INFLASI DEMAGOG

Berita Terbaru

Artikel

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gambar Ilustrasi Kiyai Abdurrahman dari Sumenep ke Pamekasan

Artikel

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Artikel

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

2