JagatIndonesia.com, Sumenep – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang tak bisa dibendung, satu sekolah dasar di pinggiran Kecamatan Pasongsongan justru tampil berani menyuarakan isu krusial: keselamatan anak.
SDN Panaongan III menggelar seminar bertema “Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak dan Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO)” pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan tentang ancaman nyata yang kini mengintai generasi muda.
Sebagai narasumber utama, hadir Nunung Fitriana, M.Pd, Sekretaris Cabang Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep, yang mengulas secara komprehensif berbagai bentuk kekerasan seksual serta pola kejahatan berbasis digital yang kian masif.
Seminar ini juga dihadiri oleh Pengawas Bina Pendidikan Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd, serta Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, yang dikenal dengan blangkon khasnya dan perannya sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan.
Dalam sambutannya, Agus Sugianto menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan hari ini bukan hanya soal akademik, melainkan keselamatan dan karakter anak.
“Globalisasi membuat batas ruang menjadi kabur. Anak-anak bisa mengakses apa saja. Maka, peran orang tua dalam mengontrol dan mendampingi penggunaan media sosial menjadi sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Abu Supyan, M.Pd menyebut seminar ini sebagai bentuk kesadaran kolektif yang patut diapresiasi.
“SDN Panaongan III menunjukkan bahwa sekolah di pinggiran tidak harus tertinggal. Justru mereka tampil terdepan dalam membaca ancaman zaman dan meresponsnya dengan langkah konkret,” katanya.
Ia menilai isu kekerasan seksual dan KGBO telah menjadi problem laten di hampir semua satuan pendidikan, namun masih sering luput dari perhatian serius.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung hangat dan dialogis. Para wali murid aktif berdiskusi, menggali strategi pencegahan, serta berbagi keresahan tentang pola asuh anak di tengah dunia digital yang semakin kompleks.
Bagi para orang tua, seminar ini bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang kesadaran. Sebuah pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi kerja bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara.
Dari ruang sederhana di SDN Panaongan III, sebuah pesan penting disuarakan: melindungi anak hari ini berarti menyelamatkan masa depan bangsa.












