​Dr. Naghfir: Membedah Filosofi dan Kedaulatan Kopi dari Bumi Blambangan

Menelusuri Jejak Literasi Kopi dari Hulu ke Hilir di Rumah Kopi Banyuwangi

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, JAGAT INDONESIA – Di balik secangkir kopi yang tersaji, terdapat narasi panjang tentang keringat petani, ketelitian proses, dan kedaulatan bangsa. Hal inilah yang mendorong Direktur Naghfir’s Institute Study, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., melakukan kunjungan studi mendalam di Rumah Kopi Banyuwangi, Sabtu (28/12).

​Bukan sekadar kunjungan biasa, Dr. Naghfir turun langsung ke lapangan untuk membedah ekosistem kopi secara komprehensif. Mulai dari menelusuri akar di perkebunan, teknik panen yang presisi, hingga seni roasting yang menentukan karakter akhir sebuah rasa.

​Kopi Sebagai Simbol Peradaban, bagi Dr. Naghfir, memahami kopi tidak bisa berhenti pada urusan rasa di lidah. Ia memandangnya sebagai sebuah entitas budaya dan ekonomi yang strategis.

“Kopi tidak boleh dipahami hanya sebagai produk konsumsi. Ia adalah hasil peradaban panjang yang dimulai dari tanah, keringat petani, hingga nilai yang sampai ke meja masyarakat,” ungkapnya dengan lugas.

​Selama studi intensif ini, ia mendalami berbagai metode pengolahan yang menjadi kunci kualitas, seperti:

​Olah Kering & Olah Basah: Teknik dasar penentu konsistensi rasa.

​Wine Process Robusta: Inovasi pengolahan yang kini tengah naik daun di pasar global.

​Varietas Eksklusif: Menelaah keunikan Kopi Luwak, Kopi Lanang, hingga Arabika sebagai kekayaan genetik asli Nusantara.

​Di tengah gempuran industri global, Dr. Naghfir menegaskan bahwa literasi kopi adalah senjata utama untuk menjaga mutu dan daya saing kopi lokal. Ia memimpikan kopi Indonesia tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

“Jika kita ingin kopi Indonesia berdaulat, maka literasi harus diperkuat di setiap lini—mulai dari petani yang menanam, pengolah yang menjaga mutu, hingga penikmat yang mengapresiasi setiap tetesnya,” tegas pria yang dikenal kritis ini.

​Kopi lebih dari sekadar komoditas komersial, Dr. Naghfir melihat kopi memiliki fungsi sosiologis sebagai “Penyambung Nusantara”. Kopi mampu mencairkan batasan kelas sosial dan menjadi ruang perjumpaan ide bagi masyarakat luas.

​Melalui pengembangan literasi ini, ia berharap muncul kesadaran kolektif untuk:

Menjaga Ekosistem: Keberlanjutan alam tempat kopi tumbuh.

Kesejahteraan Petani: Memastikan nilai ekonomi kembali ke hulu.

Narasi Ekonomi Rakyat: Menjadikan kopi sebagai pilar utama identitas ekonomi nasional.

“Kopi adalah bahasa kebudayaan dan ruang perjumpaan yang melintasi sekat-sekat perbedaan,” pungkas Dr. Naghfir menutup kunjungannya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan
Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha
Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan
Parsanga, Tanah Keraton Siding Puri yang Kini Diperebutkan Zaman
Spontanitas Jiwa Penolong, Wabup Situbondo Ulfiyah Evakuasi Langsung Korban Laka Lantas di Jalur Pantura

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:14 WIB

Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:50 WIB

Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:34 WIB

Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gambar Ilustrasi Kiyai Abdurrahman dari Sumenep ke Pamekasan

Artikel

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Artikel

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

2