​”Gelar Istighosah dan Galang Dana, PCNU Sumenep Tegaskan Solidaritas untuk Aceh-Sumatera”

​"Satu Barisan, Satu Rasa: PCNU Sumenep Satukan Doa dan Langkah Nyata untuk Keselamatan Bangsa."

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP,  JAGAT INDONESIA – Kala sang fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Sumenep, tepat pukul 06.00 WIB, gelombang sarungan, santri, hijab dari warga nahdliyin mulai memadati pelataran di area Taman Bunga depan Masjid Jamik Sumenep. Di bawah langit pagi yang teduh, PCNU Sumenep memulai sebuah perjalanan spiritual dan kemanusiaan bertajuk “Istighosah Keselamatan Bangsa dan Peduli Aceh-Sumatera”.

​Lantunan selawat yang syahdu mengawali acara, memecah keheningan pagi, membawa pesan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

​Pagar Nusa dengan Gerak Raga untuk Jiwa yang Luka, menambah suasana semakin emosional ketika para pendekar Pagar Nusa Sumenep tampil ke tengah gelanggang. Bukan sekadar atraksi seni beladiri biasa, setiap jurus yang diperagakan menjadi simbol ketangguhan bangsa dalam menghadapi ujian.

​Dengan gerakan yang tegas namun penuh estetika, para pendekar ini seolah mengirimkan pesan kekuatan kepada saudara di Aceh dan Sumatera: Bahwa kita kuat, bahwa kita tidak akan rubuh oleh cobaan. Atraksi ini menjadi pengingat bahwa di balik doa-doa yang lirih, ada raga yang siap siaga menjaga keutuhan dan keselamatan sesama.

​Ketua PCNU Sumenep, KH. Widadi Rahim—atau yang akrab disapa Kiyai Wid—hadir memberikan keteduhan lewat sambutannya. Di depan barisan Ansor, Pagar Nusa, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU dan relawan LAZISNU, beliau berpesan dengan nada puitis:

“Pagi ini, saat matahari mulai menyapa Sumenep, kita mengetuk pintu Arsy. Kita tidak ingin Aceh dan Sumatera menangis sendirian. Jika raga kita tak mampu sampai ke sana untuk memeluk mereka, biarlah doa-doa kita dan kedermawanan kita yang menjadi pelipur lara. Setiap rupiah yang kalian beri adalah butiran tasbih yang nyata bagi mereka.”

​Beliau menambahkan bahwa kehadiran seluruh Banom (Badan Otonom) adalah bukti bahwa NU Sumenep adalah satu keluarga besar yang responsif terhadap duka negeri.

​Gotong Royong Tanpa Batas, dengan dipandu oleh LAZISNU, kotak-kotak kedermawanan beredar di tengah jamaah. Dari tangan-tangan yang ikhlas, terkumpul bantuan yang nantinya akan dikirimkan untuk membasuh duka di tanah Aceh dan Sumatera. Acara yang berlangsung hingga selesai ini ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan, di mana banyak jamaah tak kuasa menahan air mata saat membayangkan penderitaan saudara sebangsa.

​Sumenep hari ini bukan hanya tentang Madura, tapi tentang detak jantung Aceh dan Sumatera yang tetap berdenyut dalam doa dan kerja nyata.

Satu Doa, Satu Derma, Untuk Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO
Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan
Kajian Fenomena Rebahan Produktif
Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:21 WIB

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:49 WIB

YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:29 WIB

Kajian Fenomena Rebahan Produktif

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Berita Terbaru

Artikel

SUSUR GALUR PEREMPUAN NEGARAWAN HEBAT INDONESIA

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:09 WIB

Surabaya

Kajian Fenomena Rebahan Produktif

Selasa, 2 Jun 2026 - 12:29 WIB

2