Agenda rutinan yang digelar oleh Rotibul Haddad Naghfir Institute bersama dengan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Sumenep ini tetap istiqomah berjalan. Malam ini, bukan hura-hura yang dicari, melainkan khidmatnya doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT, Penguasa Alam Semesta, serta pujian setinggi langit bagi sang kekasih, Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Mengetuk Pintu Langit, Dr. Naghfir menyampaikan bahwa dzikir dan sholawat adalah jangkar di tengah arus zaman yang kencang.
“Dzikir dan Sholawat Nabi adalah nafas bagi ruhani yang lelah. Ia bukan sekadar untaian kata, melainkan jembatan cahaya yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta di tengah hiruk-pikuk dunia. Di malam pergantian tahun ini, kita memilih mengetuk pintu langit agar langkah kita ke depan senantiasa dalam bimbingan-Nya,” tutur Dr. Naghfir.
Beliau melanjutkan bahwa konsistensi dalam berdzikir akan membentuk karakter masyarakat yang tangguh dan tenang secara spiritual. “Terusnya amalan ini adalah ikhtiar kita menjaga keselamatan batin dan bumi dari segala mara bahaya,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, K. Qumri Rahman, Ketua PC Ansor Sumenep, memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini di malam yang biasanya identik dengan perayaan duniawi karena ini Benteng Spiritual Pemuda.
“Ini sangat baik dan membanggakan. Di saat banyak orang kehilangan arah dalam euforia, kader Ansor dan jamaah justru bersimpuh, bersujud, dan bersholawat,” ujar K. Qumri dengan penuh haru.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pemuda masa kini.
“Karena Dzikir dan Sholawat ini adalah benteng pertahanan terbaik bagi pemuda. Ia membersihkan hati dari noda-noda duniawi dan menanamkan cinta yang dalam kepada Rasulullah. Dengan bersholawat, kita sedang menata masa depan yang lebih barokah,” pungkasnya.
Malam pun kian larut, namun semangat para jamaah tak surut. Di bawah naungan doa dan keberkahan sholawat, mereka melangkah memasuki tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih mantap.












