Getaran Doa dari Tanah Haram: Pertemuan Virtual Penuh Khidmat Rotibul Haddad Naghfir Institute

​"Kala Jarak Terlipat oleh Doa: Getaran Spiritualitas dari Madinah untuk Jamaah Rotibul Haddad Naghfir Institute"

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, JAGATINDONESIA.COM — Di bawah naungan langit malam Rabu yang tenang, 27 Januari 2026, Keluarga Besar Rotibul Haddad Naghfir Institute kembali merajut tali spiritualitas dalam rutinitas mingguan yang penuh berkah. Namun, ada yang berbeda pada pertemuan malam ini—sebuah jembatan cahaya terbentang antara Sumenep dan Madinah Al-Munawwarah.

​Meski raga terpisah jarak ribuan kilometer, teknologi menjadi wasilah kerinduan. Melalui sambungan video virtual langsung dari jantung Kota Nabi, Direktur Naghfir Institute, Mas Doktor, menyapa para jamaah di tengah pelaksanaannya menunaikan ibadah Umroh.

​Langit Madinah dan Harapan yang Mengetuk Pintu Langit, Suasana seketika berubah saat wajah Mas Doktor muncul di layar, dengan latar belakang kedamaian tanah suci. Beliau tidak sekadar menyapa, melainkan membawa “oleh-oleh” paling berharga bagi setiap mukmin: Doa.

​Dalam narasinya yang menyentuh, Mas Doktor menyampaikan pesan dan harapan yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir:

“Dari tanah yang menjadi saksi perjuangan Baginda Nabi, di tempat di mana setiap desah napas adalah dzikir, saya melangitkan doa untuk segenap keluarga besar Naghfir Institute. Semoga Allah Swt. mengabulkan segala hajat, melapangkan jalan, dan segera memanggil saudara-saudaraku sekalian untuk bersujud langsung di hadapan Ka’bah serta berziarah ke makam Rasulullah dalam ibadah Umroh yang mabrur. Amin.”

​Kalimat thayyibah tersebut disambut dengan  “Aamiin” yang tulus dari para jamaah di Sumenep. Ruangan yang biasanya riuh dengan bacaan Ratib, malam ini terasa lebih bergetar oleh harapan yang membuncah. Ada keyakinan di mata para jamaah bahwa doa yang dipanjatkan dari tanah yang mustajab akan segera menemui jalannya untuk dikabulkan.

​Pertemuan malam Rabu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengingat bahwa sejauh apa pun jarak, ikatan batin dalam naungan dzikir akan selalu mendekatkan yang jauh dan memudahkan yang sulit.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.
Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan
Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban
Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha
Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha
Meneladani Idul Adha: Menolak Kurban Hak Rakyat atas Nama Kekuasaan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan.

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:33 WIB

Sentuh Hati Guru Ngaji dan Wong Cilik, BSN Hidupkan Semangat Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:14 WIB

Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha

Berita Terbaru

Artikel

Haul Kiai Agung Rabah Menggerakkan Ekonomi Umat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gambar Ilustrasi Kiyai Abdurrahman dari Sumenep ke Pamekasan

Artikel

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Artikel

Ketika Mahasiswa Menjadi Sekrup Pembangunan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:07 WIB

2