JAGAT INDONESIA | BANGKALAN – Suasana khusyuk menyelimuti Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, pada Sabtu (20/06/2026). Ribuan jamaah, dzurriyah, dan pecinta dari berbagai daerah berkumpul dalam rangkaian Haul Akbar Bujuk Makam Zimat Sayyid Husein yang berlangsung lancar dan penuh haru.
Acara yang bertepatan dengan 05 Muharram 1448 H / 5 Sura 1960 Ja ini menjadi momentum penting bagi para dzurriyah (keturunan) dan muhibbin (pecinta) untuk menyambung silaturahmi serta meneladani jejak dakwah para leluhur.
Acara diawali dengan pembacaan silsilah oleh Mas Mahmud Kholil, yang membawa para hadirin menelusuri akar sejarah Sayyid Husein yang memiliki keterkaitan nasab mulia dengan para penyebar Islam di tanah Jawa, termasuk keterkaitannya dengan jalur keturunan Kanjeng Sunan Giri dan Syarifah Ambami.
Dalam sambutannya, pihak keluarga besar yang diwakili oleh segenap keluarga Almh. Nyai Fatimah binti Raden Mattarib, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang hadir dari berbagai wilayah seperti Batu Ampar, Pamekasan, hingga Sampang.
KH. Kholil Muhammad dari Gunung Sari, Pamekasan, dalam testimoninya menyampaikan pesan bermakna terkait peran para dzurriyah. Beliau mengingatkan bahwa menjadi bagian dari keluarga besar Bujuk adalah sebuah amanah.
“Anak poto Bujuk itu bermacam-macam, ada yang jadi kiai, pejabat, hingga penggerak desa. Mari kita gunakan peran tersebut untuk menebar kebaikan,” ujarnya, yang disambut dengan suasana hangat oleh para hadirin.
Puncak acara diisi dengan Mauidzah Hasanah dari deretan ulama kharismatik, di antaranya KH. Mas Abdul Adzim (Pengasuh Pon-Pes Kepang Bangkalan), KH. Imam Bukhori Kholil AG (Pengasuh Pon-Pes Ibnu Kholil Bangkalan), serta KH. Kholil Muhammad (Gunung Sari).
Dalam tausiyahnya, para kiai menekankan pentingnya menjaga warisan akhlak dan sanad keilmuan yang telah ditinggalkan oleh Sayyid Husein Banyusangka. Para jamaah diajak untuk terus menjaga persatuan di tengah masyarakat, sebagaimana pesan-pesan luhur yang senantiasa dijaga oleh keluarga besar Batu Ampar.
Rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB ini diakhiri dengan pembacaan Nadzaman Tawassul dan doa oleh K.R. Mas Abdul Hamid Roqib Suryodirjo dari Palalang dan K.R. Mas Jakfar Fauzi dari Toampar Bârâk, Pamekasan. Lantunan doa yang khusyuk memanjatkan harapan agar keberkahan senantiasa tercurah bagi keluarga besar dan seluruh masyarakat yang hadir.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan para tokoh ulama dari berbagai daerah, seperti dari Sabeh, Bujenah, Potat, Tagrinih, hingga Bandang Laok, yang bahu-membahu menyukseskan gelaran Haul Akbar ini.
Dengan berakhirnya perhelatan ini, diharapkan semangat kekeluargaan dan nilai-nilai perjuangan Sayyid Husein Banyusangkah tetap hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat ikatan di antara dzurriyah yang kini telah tersebar luas di berbagai penjuru Nusantara.
Penulis : Gus Li
Editor : Jagat Indonesia







