Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​JAGAT INDONESIA | PAMEKASAN – Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti kawasan Bujuk Buarren, Pamoro, Pamekasan, pada Selasa, 16 Juni 2026. Bertepatan dengan momen sakral pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, masyarakat dan para tokoh agama berkumpul dalam agenda tahunan: Haul Bujuk Buarren.

​Kehadiran jamaah yang memadati lokasi menunjukkan kekompakan dan antusiasme tinggi dalam merawat tradisi leluhur. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa ikatan spiritual antara generasi penerus dengan para pendahulu (Bujuk) tetap terjaga dengan erat.

​Acara ini dihadiri oleh sejumlah ulama dan tokoh terkemuka, di antaranya KH. Abd. Salam Patobin (sebagai Patobin/penjaga Bujuk), Drs. K. Abd. Halim Bahwi (Ketua LP3SN Nadim), K. R. Hubbul Jadid Darwis, KH. Musoffan Makmun, R. Agung Saleh Segoro, K.R.Mas Abdul Hamid Roqib Suryodirjo, serta K.R.Mas Wasil Imron dari Pakamban, Sumenep, Mas Adam Muhshi Dosen dari Unair Surabaya.

​Dalam tausiahnya, K.R.Mas Hamid menekankan pentingnya menjaga sanad spiritual. Beliau menegaskan bahwa keberadaan kita hari ini tidak lepas dari barokah para Bujuk.

“Sudah seharusnya kita selalu menyambung kepada Bujuk, khususnya Bujuk Buarren sebagai leluhur kita. Sebab dengan barokah mereka, kita mendapatkan sambungan kepada orang-orang saleh, hingga tersambung kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan kepada Allah SWT,” ujar K.R.Mas Hamid.

​Menariknya, K.R.Mas Hamid juga mengulas asal-usul nama “Bujuk Buarren”. Berdasarkan manuskrip yang ada, Bujuk Buarren sejatinya adalah Bujuk Rombuh Arren. Konon, penamaan ini merujuk pada kondisi geografis masa lalu di mana daerah tersebut banyak ditumbuhi oleh pohon aren. Beliau pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada KH. Abd. Salam Patobin yang selama ini secara istiqomah merawat area makam Bujuk Buarren.

​Dalam sesi kedua hal senada disampaikan oleh KH. Musoffan Makmun yang turut berbagi refleksi pribadinya. Dengan penuh kerendahan hati, beliau mengungkapkan bahwa pencapaian hidup yang ia rasakan hingga saat ini merupakan buah dari barokah para leluhur.

“Saya bisa berdiri di sini, memegang mikrofon ini, semuanya adalah barokah para Bujuk. Tidak mungkin saya bisa berkhidmat puluhan tahun lamanya tanpa adanya barokah tersebut,” ungkapnya yang disambut anggukan takzim oleh para jamaah.

​Rasa haru dan syukur juga dirasakan oleh K.R.Mas Wasil Imron yang datang dari Pakamban Sumenep. Bagi beliau, haul ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan untuk mengenal lebih dekat sosok leluhurnya.

“Saya sangat senang dengan adanya haul ini. Dulu, saya hanya mengenal nama Kiyai Rombuh Arren dalam catatan saja, namun tidak tahu di mana makamnya. Alhamdulillah, hari ini saya bisa tahu, berziarah, dan bertawassul langsung di sini,” tuturnya dengan penuh sukacita.

​Sedangkan Mas Adam Muhshi yang juga keponakan langsung dari seorang tokoh nasional Bapak Mahfud MD ini datang bersama anaknya yang kebetulan liburan dari pondok. Mas Adam menyampaikan kepada awak Media kalau ia ingin mengajarkan langsung kepada anak-anaknya supaya bisa mengenal dan mengetahui jejak para leluhurnya. Mas Adam hadir ke Haul tersebut bukan karena Bujuk Buarren adalah leluhur atau bujuk beliau, tapi Bujuk Buarren adalah kerabat dari Bujuk Mas Adam dari K. Azhar Bujuk Sèdhâbulângan.

Di akhir rangkaian acara, Drs. K. Abd. Halim Bahwi memberikan catatan penting mengenai masa depan kegiatan ini. Beliau mendorong agar Haul Bujuk Buarren terus dilestarikan sebagai sarana pemersatu keturunan. Ia berharap kegiatan ini juga menjadi momentum untuk terus menyempurnakan silsilah (poto) keturunan Bujuk agar tetap tersambung dengan rapi hingga generasi mendatang.

​Seluruh rangkaian acara Haul Bujuk Buarren ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.R. Hubbul Jadid Darwis, mengalun syahdu memohon keberkahan bagi seluruh jamaah yang hadir dan kemaslahatan untuk negeri.

Pamekasan, 17 Juni 2026

Facebook Comments Box

Penulis : Gus Li

Editor : Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)
*MAKLUMAT CHENG HOO* Mengembalikan Ulama sebagai Navigator Nahdlatul Ulama
Semarak Budaya Nusantara: MI Al-Ittihad Tanamerah Tampilkan Kejayaan Keraton Mataram Islam dalam Karnaval Sekolah
Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep
Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)
Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak
Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
SUSUR GALUR PEREMPUAN NEGARAWAN HEBAT INDONESIA

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:23 WIB

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)

Senin, 15 Juni 2026 - 22:30 WIB

*MAKLUMAT CHENG HOO* Mengembalikan Ulama sebagai Navigator Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31 WIB

Semarak Budaya Nusantara: MI Al-Ittihad Tanamerah Tampilkan Kejayaan Keraton Mataram Islam dalam Karnaval Sekolah

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Feodalisme Berbaju Demokrasi (FEOKRASI)

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:33 WIB

2