Semarak Budaya Nusantara: MI Al-Ittihad Tanamerah Tampilkan Kejayaan Keraton Mataram Islam dalam Karnaval Sekolah

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA | SUMENEP – Suasana meriah menyelimuti MI Al-Ittihad Tanamerah, Kecamatan Saronggi, Sumenep, pada Sabtu, 13 Juni 2026. Bertepatan dengan 27 Dzulhijjah 1447 H, sekolah tersebut menggelar karnaval budaya bertajuk “Pesona Budaya Nusantara” yang sukses menyedot perhatian warga sekitar.

Pawai karnaval pada tahun ini dilepas dari halaman Kecamatan Saronggi sampai ke Madrasah. Hal ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana biasanya pemberangkatan awal dari halaman MI Al-Ittihad menuju lapangan sepak bola Saroka dan kembali lagi sebagai akhir pelaksanaan karnaval.

Dalam pawai yang penuh warna ini, para siswa dengan kerja sama guru dan wali murid menampilkan beragam kekayaan tradisi dari berbagai penjuru tanah air. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan dari kelas 5 yang mengusung tema sejarah “Keraton Mataram Islam pada Abad ke-17”.

Di bawah bimbingan Harman Priyanto, S.E., para siswa kelas 5 tampil memukau dengan atribut khas keraton, membawa narasi sejarah masa pemerintahan Susuhunan Agung Panembahan Hanyokrokusumo (Sultan Agung).

“Kami sengaja menampilkan tema budaya keraton ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar beliau sebagai pahlawan nasional. Kami ingin menanamkan nilai-nilai sejarah kepada siswa tentang bagaimana beliau membawa Kerajaan Mataram Islam menuju puncak kejayaannya,” ujar Harman Priyanto, S.E., selaku guru kelas 5.

Harman menambahkan bahwa proses persiapan karnaval ini menjadi momen belajar yang sangat berkesan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar mengenakan kostum, tetapi juga memahami makna di balik simbol-simbol kerajaan yang mereka perankan.

“Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari siswa kelas 5. Saat saya ceritakan bagaimana Sultan Agung menyatukan wilayah Jawa dan keberanian beliau menantang VOC, mata mereka berbinar. Bagi mereka, ini bukan sekadar pawai, ini adalah cara mereka menghargai jasa pahlawan,” tambah Harman.

Pelaksanaan karnaval ini juga dapat apresiasi dan dukungan penuh dari para orang tua murid. Mereka merasa bangga melihat anak-anaknya tidak hanya tampil kreatif, tetapi juga mendapatkan wawasan sejarah yang mendalam melalui pengalaman langsung.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak jadi lebih antusias belajar sejarah. Apalagi saat Bapak Guru menceritakan sosok Sultan Agung yang mampu menyatukan Jawa dan menciptakan akulturasi budaya Islam-Jawa yang sangat luhur. Ini jauh lebih berkesan bagi anak-anak daripada sekadar membaca buku di kelas,”ujar salah satu perwakilan wali murid kelas 5 dengan nada bangga.

Melalui karnaval ini, MI Al-Ittihad Tanamerah Kecamatan Saronggi berhasil mengemas edukasi sejarah dengan cara yang kreatif. Harman menekankan beberapa warisan Sultan Agung yang menjadi fokus utama dalam penampilannya:

  • Penyatuan Wilayah: Keberhasilan menyatukan sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.
  • Perlawanan terhadap Kolonial: Semangat pantang menyerah menghadapi VOC demi kedaulatan bangsa.
  • Transformasi Kalender: Menciptakan sistem kalender Jawa yang bernafaskan Islam, menggabungkan sistem lunar dan solar.
  • Akulturasi Budaya: Menjadi pelopor harmonisasi antara budaya Jawa yang luhur dengan nilai-nilai ajaran Islam.

​Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga yang menyaksikan sepanjang rute karnaval. Harapannya, semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah Nusantara ini terus tumbuh di hati generasi muda MI Al-Ittihad Tanamerah agar mereka tetap bangga dengan akar budayanya sendiri.

Facebook Comments Box

Penulis : Gus Li

Editor : Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep
Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)
Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak
Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
SUSUR GALUR PEREMPUAN NEGARAWAN HEBAT INDONESIA
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO
Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31 WIB

Semarak Budaya Nusantara: MI Al-Ittihad Tanamerah Tampilkan Kejayaan Keraton Mataram Islam dalam Karnaval Sekolah

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:50 WIB

Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:21 WIB

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju

Berita Terbaru

Opini

Mimpi Indonesia Bersih (MIBER)

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:51 WIB

2