Refleksi 1 Abad NU: Abuya Busyro Karim dan KH. Widadi Rahim Tekankan Silaturahim dan Persatuan di Sumenep

- Penulis

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​JAGATINDONESIA.COM, SUMENEP – Peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dalam penanggalan Masehi dirayakan dengan penuh khidmat oleh PCNU Sumenep melalui gelaran Istighatsah & Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung di Aula Adiwiyata MAN Sumenep, Sabtu malam (31/01/2026) pukul 19.00 WIB ini, menjadi ajang konsolidasi besar kaum nahdliyin.

​Meski agenda ini menjadi perhatian luas di Kabupaten Sumenep, acara tetap berlangsung sakral dengan kehadiran jajaran lengkap Pengurus PCNU, utusan MWCNU se-Kabupaten Sumenep, serta pimpinan dan kader Badan Otonom (Banom) NU yang memenuhi lokasi acara dengan semangat hijau satu komando.

Silaturahim adalah Nadi Organisasi, Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Pengasuh PP Al-Karimiyah Gapura, Abuya KH. A. Busyro Karim, dalam tausiahnya memberikan penekanan khusus pada aspek penguatan internal. Menurutnya, fondasi utama kekuatan NU di abad kedua ini terletak pada eratnya tali komunikasi antar pengurus di semua tingkatan.

“Pentingnya silaturahim ini sangat krusial, karena dengan silaturahim akan semakin menguatkan kita di dalam NU. Hubungan antara PCNU ke MWCNU, bahkan hingga ke tingkat Ranting NU harus tetap terjaga, terutama lagi koordinasi dengan Banom NU sebagai motor penggerak,” tegas Abuya Busyro.

​Beliau mengingatkan bahwa kuatnya silaturahim akan membuat NU lebih solid dan tidak mudah goyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Jajaran Pengurus Tanfidziyah NU Sumenep

​Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahim, dalam sambutannya memberikan refleksi mengenai dinamika organisasi. Beliau menegaskan bahwa perbedaan adalah hal yang lumrah dalam sebuah organisasi besar yang memiliki jutaan pemikiran.

“NU adalah organisasi yang sangat besar, tentu dinamikanya sangat besar. Di dalamnya pasti akan ada perbedaan pendapat, pandangan, bahkan seolah-olah terlihat bertengkar. Tetapi NU tetap satu,” ungkap KH. Widadi.

​Ia menambahkan bahwa kekuatan pengikat para pengurus dan kader bukanlah kesamaan pemikiran semata, melainkan kesamaan niat dalam berjuang.

“Bukan karena satu dalam pemikiran, tetapi satu dalam satu tujuan: mengabdi kepada negara dan masyarakat untuk menjadikan Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghafur,” pungkasnya.

​Doa Bersama untuk Bangsa Puncak acara, yang diawali dengan pembacaan Istighatsah yang dipimpin langsung oleh Mustasyar PCNU Sumenep, KH. Hafidzi Syarbini. Suasana khusyuk menyelimuti Aula MAN Sumenep saat doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan umat, kejayaan organisasi, dan kedamaian NKRI.

​Dengan semangat silaturahim yang ditegaskan para kiai, PCNU Sumenep optimis melangkah memasuki abad kedua dengan pengabdian yang lebih nyata bagi masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Khidmat dan Penuh Haru, Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Bujuk Makam Zimat Sayyid Husein Banyusangkah
Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan
Fakta di Balik ‘Lempar Batu Sembunyi Tangan’ Eks Pengurus NU Kota Situbondo
Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar
Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep
Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak
Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:44 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Bujuk Makam Zimat Sayyid Husein Banyusangkah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10 WIB

Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:01 WIB

Fakta di Balik ‘Lempar Batu Sembunyi Tangan’ Eks Pengurus NU Kota Situbondo

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:23 WIB

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep

Berita Terbaru

Daerah

Menakar Arah Gegeran NU 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 08:39 WIB

2