JAGAT INDONESIA | SUMENEP – Lahir dari semangat hari bersejarah, Pesantren Tahfidzul Qur’an Abdul Qodir resmi berdiri pada 22 Oktober 2022. Momentum ini bukan sekadar kebetulan, melainkan kado indah yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional, menjadi tonggak awal perjuangan mencetak generasi Qur’ani di tanah Sumenep.
Dimulai dengan langkah kecil namun penuh berkah, pesantren ini mengawali perjalanannya dengan seorang santri pertama yang kala itu masih berusia PAUD. Kini, memasuki tahun 2026, kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Sebanyak 22 santri dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA—telah bergabung untuk menimba ilmu di bawah bimbingan para guru yang kompeten.
Jejak Sanad yang Terjaga
Kualitas sebuah pesantren tahfidz terletak pada keberkahan sanadnya. Pesantren Abdul Qodir mengambil jalur sanad Al-Qur’an yang kuat melalui Ma’hadul Qur’an Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Rantai keilmuan ini tersambung kepada para mahaguru Al-Qur’an Nusantara, di antaranya:
- KH. Munawwir (Krapyak)
- KH. Arwani Amin (Kudus)
- KH. Mufidz Mas’ud (Yogyakarta)
- KH. Mustain Syamsuri (Malang)

Dukungan dan Kepemimpinan dari berdirinya pesantren ini merupakan wujud nyata khidmah kepada Jam’iyyatul Qur’an wal Huffadz (JQH). Di bawah restu dan komando langsung Ustadz Misrawi, S.Pd.I (Ketua PAC JQH NU Gapura), pesantren ini menjadi binaan resmi PAC JQH NU setempat.
Tak hanya itu, sosok Dr. Naghfir, SH., S.HI., M.Kn hadir sebagai Penasehat Utama yang terus memberikan dukungan penuh (full support) dalam setiap derap langkah kegiatan pesantren. Di dapur kepemimpinan, Ustadz Rasyidi Asmoni Abd. Qodir Al-Hafidz selaku Mudir Ma’had, memastikan standar hafalan dan kualitas bacaan santri tetap terjaga sesuai kaidah yang benar.

Program Unggulan
Untuk membentuk santri yang berkarakter dan mahir, Pesantren Abdul Qodir menjalankan tiga pilar program utama:
-
- Tahfidz Al-Qur’an: Menghafal Al-Qur’an dengan metode yang terukur.
- Tahsinul Qiro’ah Tartila bil Qolam: Memperbaiki kualitas bacaan sekaligus mengasah ketajaman menulis Al-Qur’an.
- Pembinaan Tilawah: Mengembangkan seni baca Al-Qur’an agar lebih indah dan menyentuh hati.
“Mencetak penjaga Al-Qur’an bukan sekadar menghafal kata, tapi menjaga kemurnian sanad dan akhlak mulia.”
Dengan lingkungan yang kondusif dan bimbingan yang telaten, Pesantren Tahfidzul Qur’an Abdul Qodir siap menjadi rumah ternyaman bagi putra-putri Anda untuk menjadi Hamilul Qur’an yang berilmu dan beradab.
Penulis : Gus Li
Editor : Jagat Indonesia







