JAGAT INDONESIA, SUMENEP, – Suasana di SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake, Bluto, Sumenep, mendadak riuh dengan semangat muda pada Senin lalu. Ratusan siswa tampak antusias menyimak paparan dari Ketua DPC Indonesia Sport and Special Interest Tourism Association (ISSITA) Kabupaten Sumenep, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.H. yang juga sebagai Direktur dari Naghfir Institute, hadir khusus untuk menanamkan benih kepemimpinan dalam acara Latihan Pengembangan Kepemimpinan.
Bukan sekadar teori formal, Dr. Naghfir membawa pesan mendalam tentang esensi seorang pemimpin yang seringkali terlupakan di era digital: Kepemimpinan berbasis hati.
Memimpin dengan Hati dan Teladan harus dimiliki oleh setiap generasi sehingga dalam diskusinya, Dr. Naghfir menekankan bahwa jabatan hanyalah angka jika tidak dibarengi dengan karakter. Menurutnya, pemimpin masa depan bukanlah mereka yang sekadar memberi perintah, melainkan mereka yang mampu membangun kepercayaan.
“Pemimpin sejati adalah yang mampu memimpin dengan hati, membangun kepercayaan, dan yang paling penting, memberi contoh nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Naghfir saat dikonfirmasi pada Rabu (17/12/2025).
Tiga Pilar Utama Pemimpin Masa Depan tersampaikan kepada para siswa, ia membedah tiga modal utama yang harus dimiliki generasi muda Sumenep untuk menghadapi tantangan bangsa:
Karakter Sejak Dini: Disiplin, tanggung jawab, dan empati adalah harga mati. Pendidikan di sekolah harus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan moral ini.
Adaptasi & Inovasi: Di tengah gempuran teknologi, pemimpin harus kreatif dan terbuka terhadap perubahan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah alat untuk memajukan masyarakat.
Kepedulian Sosial: Pemimpin tidak boleh hidup dalam menara gading. Ia harus turun, mendengar, dan menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan.
Acara berlangsung sangat dinamis. Tidak hanya mendengarkan, para siswa aktif menghujani narasumber dengan berbagai pertanyaan kritis seputar manajemen diri dan cara menggali potensi terpendam. Interaksi dua arah ini menghidupkan suasana kelas yang biasanya kaku menjadi ruang diskusi yang mencerahkan.
Pihak pengasuh dan dewan guru SMK Nasyrul Ulum pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran tokoh seperti Dr. Naghfir dinilai memberikan asupan motivasi segar bagi siswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki visi besar yang berlandaskan akhlak mulia.
“Kami berharap, melalui sentuhan motivasi ini, siswa SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan siap menjawab tantangan zaman dengan integritas,” pungkas Dr. Naghfir dengan optimis.












