Berita  

💧 Krisis Air Bersih di Pinggirpapas Sumenep Berlanjut: Warga Garam Keluhkan Pelayanan PDAM yang Jauh dari Cukup

Krisis Air Bersih di Pinggirpapas Sumenep Berlanjut: Warga Garam Keluhkan Pelayanan PDAM yang Jauh dari Cukup

Sumenep, Jagat Indonesia [8/11/2025]Masyarakat Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, yang dikenal sebagai daerah penghasil garam, kembali menyuarakan keluhan mendalam terkait krisis air bersih yang terus berlanjut. Kondisi air yang dialirkan ke rumah-rumah warga dilaporkan masih sangat minim, bahkan sempat mati total hingga dua malam, padahal mereka mengaku selalu tertib dalam melakukan pembayaran tagihan bulanan.

​“Padahal kami setiap bulan lancar dalam pembayaran,” ungkap salah seorang warga kepada awak media dengan nada kecewa.

Keluhan ini bukan kali pertama disampaikan, namun situasi di lapangan tak kunjung membaik.

“Tapi kalau seperti ini kami mau mandi saja susah,” tambahnya.

​Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan awak media pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB dan pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB menunjukkan bahwa suplai air memang berada jauh di bawah batas normal.

​Dihubungi secara terpisah melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa (Kades)  Pinggirpapas H. Abdul Hayat, yang saat ini sedang mengikuti kegiatan study tour ke Ibu Kota Nusantara (IKN), membenarkan adanya masalah tersebut.

​“Sebelumnya memang ada perbaikan saluran kata pihak PDAM,” terang Kades.

​Namun, ia menyayangkan kurangnya transparansi dari pihak penyedia layanan.

Lanjutnya, “PDAM tidak menjelaskan butuh waktu berapa lama untuk perbaikan saluran air itu, mestinya ada kejelasan sehingga masyarakat tidak dirugikan.”

​Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Sumenep yang juga dihubungi via WhatsApp memberikan penjelasan terkait gangguan layanan ini.

​“Kami sedang mengupayakan agar pelayanan kembali normal… ini juga dampak dari kendala yang di Gung-gung,” jelas Dirut PDAM.

​Untuk mengatasi masalah ini dan meredakan keluhan warga, ia menyatakan tengah mengambil langkah penanganan.

“Ini coba kami tambah suplai air,” lanjutnya.

​Masyarakat Pinggirpapas berharap agar PDAM Sumenep dapat segera menyelesaikan kendala teknis, baik yang diakibatkan oleh perbaikan saluran maupun kendala di Gung-gung, dan memberikan informasi yang jelas serta transparan mengenai waktu normalisasi layanan. Mereka menuntut kualitas layanan yang sebanding dengan ketaatan mereka dalam membayar tagihan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *