Kepemimpinan Berganti, Janji Tinggal Janji: Jalan Kokon-Tarebung Tak Kunjung Disentuh Meski Masuk RAPDES 2025

PJ Agus dengan Warga saat meninjau lokasi

JAGAT INDONESIA |SEPUDI, SUMENEP– Harapan warga Dusun Kokon Desa Gendang Barak untuk memiliki akses jalan yang layak kini berada di titik nadir. Janji manis yang sempat dihembuskan Pemerintah Desa Gendang Barat pada akhir tahun 2024 lalu mengenai pengerasan jalan menuju Desa Tarebung hingga kini belum membuahkan hasil. Ironisnya, meski masa kepemimpinan telah berganti ke Penjabat (Pj) Kepala Desa yang baru, kondisi jalan tersebut masih terbengkalai tanpa ada tanda-tanda pembangunan.

Jalur strategis yang menghubungkan Dusun Kokon dengan Desa Tarebung tersebut terpantau masih berupa tanah merah dan bebatuan tajam. Padahal, pada tahun 2024, Pj Kades sebelumnya, Agus, secara terbuka menyatakan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam skala prioritas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPDES) tahun 2025.

Memasuki pertengahan tahun 2026, teka-teki mengenai realisasi anggaran tersebut kian memanas. Pergantian posisi Penjabat Kepala Desa di Gendang Barat membawa kekhawatiran baru bagi warga. Banyak yang merasa proyek infrastruktur ini “tenggelam” bersamaan dengan pergantian pimpinan.

“Dulu dalam media onlin trendi Kabar pada tahun 2024 PJ lama menjanjikan masuk anggaran 2025, tapi sampai sekarang tahun 2026 sudah berjalan setengah tahun, belum ada satu pun truk material yang datang. Sekarang PJ-nya sudah baru, kami takut janji itu dianggap angin lalu saja,” ungkap salah seorang warga Dusun Kokon dengan nada kecewa.

Akses Lumpuh Saat Hujan, Masyarakat Terisolasi, akibat dari Ketidakpastian ini berdampak langsung pada aktivitas harian warga. Jalur Kokon-Tarebung merupakan akses vital jika masyarakat memiliki kegiatan sosial, keagamaan, maupun urusan ekonomi ke desa tetangga. Saat musim penghujan tiba, jalur ini berubah menjadi kubangan lumpur yang nyaris tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kami merasa dianaktirikan. Padahal akses ini sangat penting kalau ada acara warga di Desa Tarebung. Kalau jalannya hancur begini, kami harus memutar jauh atau bertaruh nyawa lewat jalan licin,” tambah warga lainnya.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu pernyataan resmi dari Pj Kepala Desa yang baru dilantik mengenai status anggaran pengerasan jalan tersebut. Pertanyaan besar yang muncul di tengah publik adalah: Ke mana larinya anggaran yang sebelumnya direncanakan di RAPDES 2025?

Masyarakat mendesak agar pemerintah desa yang baru tidak lepas tangan terhadap komitmen yang telah dibuat oleh pejabat sebelumnya. Prinsip keberlanjutan pembangunan menjadi tuntutan utama warga agar Dusun Kokon tidak terus-menerus terisolasi akibat infrastruktur yang buruk.

Warga berharap Pj Kades yang baru segera melakukan audit terhadap RAPDES 2025 dan memastikan pengerasan jalur Kokon-Tarebung menjadi prioritas utama di sisa tahun anggaran 2026 ini.

“Kami tidak butuh siapa yang menjabat, kami hanya butuh jalannya diperbaiki. Jangan sampai pergantian pejabat jadi alasan pembangunan jalan kami jalan di tempat,” tegas seorang tokoh pemuda setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *