Lebih dari Sekadar Piknik: Cara Naghfir’s Institute Perkuat Karakter SDM Lewat Literasi Budaya

Harmoni Tradisi dan Visi: Catatan Perjalanan Literasi Naghfir’s Institute di Tanah Mataram

SUMENEP, JAGAT INDONESIA – Naghfir’s Institute membuktikan bahwa family gathering tidak harus selalu tentang hiburan semata. Melalui perjalanan bermakna menyusuri rute Yogyakarta–Magelang, lembaga ini menyulap agenda tahunan menjadi kawah candradimuka untuk memperkuat fondasi kekeluargaan sekaligus memperkaya literasi budaya para anggotanya.

​Kegiatan yang digelar pada Sabtu-Minggu lalu ini dirancang bukan tanpa alasan, membangun fondasi dari hati. Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir,S.HI.,S.H.,M.Kn., menekankan bahwa kualitas sebuah institusi sangat bergantung pada kualitas hubungan orang-orang di dalamnya.

“Kami percaya, fondasi utama institusi yang kuat adalah kebersamaan yang sehat. Dari relasi kekeluargaan yang solid itulah akan lahir gagasan dan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Naghfir di sela-sela acara rutin Rotibul Haddad, Selasa malam (13/01).

​Tidak hanya sekadar berfoto, para peserta diajak melakukan perjalanan spiritual dan intelektual. Dengan mengunjungi situs bersejarah seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, hingga menyelami adat Keraton Yogyakarta, Naghfir’s Institute ingin menanamkan kesadaran historis yang kuat.

​Menurut Dr. Naghfir,S.HI.,S.H.,M.Kn., memahami sejarah adalah cara terbaik untuk membentuk jati diri.

“Dengan memahami warisan nilai para leluhur, kita belajar berpikir lebih arif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” tambahnya.

​Langkah ini diambil untuk membangun karakter SDM yang memiliki “akar”. Menurut Dr. Naghfir, pemahaman sejarah sangat krusial agar anggota lembaga memiliki cara pandang yang luas namun tetap berpijak pada identitas bangsa.

​Kearifan Lokal: Mempelajari etika dan tata krama Nusantara.

​Kesadaran Historis: Mengambil pelajaran dari kejayaan masa lalu untuk inovasi masa depan.

​Inklusivitas: Menumbuhkan jiwa yang lebih terbuka dan arif dalam bermasyarakat.

​Di tengah dinamika sosial yang bergerak cepat, momen ini juga menjadi ruang refleksi. Para anggota diajak menyelaraskan visi pribadi mereka dengan tujuan besar lembaga. Tujuannya jelas: agar setiap langkah Naghfir’s Institute selalu berpijak pada nilai pengabdian.

“Kami ingin kebersamaan ini tidak berhenti pada kesenangan semata, tetapi menjadi momentum memperkuat solidaritas dan memastikan setiap langkah kami selalu berpijak pada nilai kekeluargaan,” 

​”Dan ingin perjalanan ini menjadi momentum untuk memastikan setiap langkah Naghfir’s Institute selalu berpijak pada nilai pengabdian,” tutupnya dengan optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *