JAGATINDONESIA.COM, SITUBONDO – Momentum penguatan sinergi antara otoritas keagamaan dan pemerintah tingkat kecamatan kembali ditegaskan di Kecamatan Panji. Pada Selasa, 27 Januari 2026, jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Panji menggelar pertemuan koordinasi strategis bersama Camat Panji selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Panji.
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dalam merespons dinamika sosial serta memperkuat fondasi keagamaan masyarakat.
Fokus utama pertemuan ini adalah perencanaan Rapat Pengurus MUI Panji yang dijadwalkan pekan depan. Agenda tersebut akan menitikberatkan pada kesiapan teknis dan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Ketua MUI Kecamatan Panji, KH. Zakariya Al Ansori, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya persiapan yang matang.
“Kami ingin memastikan bahwa umat Islam di wilayah Panji dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, sinergi dengan pihak kecamatan sangat krusial agar kegiatan amaliah Ramadhan selaras dengan ketertiban umum,” ujar beliau.
Selain agenda keagamaan, pertemuan ini juga menyoroti isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya maraknya balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar (brong) yang kian meresahkan warga.
Camat Panji, Kiptiyah Rikawati, S.TP., M.Si., memberikan perhatian serius terhadap fenomena ini.
“Masalah balap liar ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, tapi sudah mengganggu stabilitas kenyamanan warga, terutama di malam hari. Kami berkomitmen untuk berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan tindakan preventif dan edukatif. Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa atau gangguan kebisingan yang merusak ketenangan warga Panji,” tegas Kiptiyah.
Isu krusial lainnya yang dibahas adalah ancaman peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar, serta munculnya paham-paham yang dinilai tidak sejalan dengan karakter masyarakat lokal.
KH. Zakariya Al Ansori menambahkan bahwa MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akidah umat.
“Kami melihat ada tantangan nyata, baik dari sisi dekadensi moral seperti peredaran pil terlarang di kalangan remaja, maupun tantangan ideologis. MUI Panji berkomitmen membentengi masyarakat dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang moderat. Paham-paham yang cenderung kaku dan kontradiktif dengan tradisi Aswaja di Panji harus kita antisipasi dengan dakwah yang santun namun tegas,” imbuhnya.
Menutup pertemuan tersebut, Camat Panji menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif para ulama dalam membantu tugas pemerintah daerah.
“Pemerintah kecamatan tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh pencerahan dan dukungan dari para kiai di MUI agar setiap kebijakan yang kami ambil juga memiliki landasan kemaslahatan umat yang kuat. Sinergi ini adalah kunci masa depan Panji yang lebih baik,” pungkas Kiptiyah.
Koordinasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program kolaboratif lainnya di masa depan demi menjaga harmoni sosial, ketertiban masyarakat, dan penguatan nilai-nilai keislaman di wilayah Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.












