JAGAT INDONESIA | SURABAYA – Menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mempersilakan pihak-pihak yang merasa masa depan Indonesia suram untuk pindah ke Yaman, keturunan penguasa tanah Jawa mulai angkat bicara. Firman Syah Ali, yang dikenal sebagai keturunan Ken Arok melalui garis Raden Fatah (Sultan Demak), mengimbau seluruh elemen bangsa untuk tetap bertahan dan mencintai tanah air dalam kondisi apa pun.
Pria yang akrab disapa Cak Firman ini menekankan bahwa loyalitas terhadap bangsa tidak boleh luntur hanya karena perbedaan pandangan politik atau situasi negara yang dianggap tidak ideal.
Kesetiaan pada Tanah Air: “Jangan Kabur”. Sebagai sosok yang membawa darah leluhur raja-raja besar di Nusantara, Firman Syah Ali meminta masyarakat untuk memiliki ketangguhan mental. Baginya, meninggalkan Indonesia saat situasi dianggap sulit bukanlah solusi yang bijak.
“Sebagai keturunan Ken Arok, saya meminta apa pun kondisinya, warga negara Indonesia tetap bertahan dan kerasan (betah) di sini. Entah situasinya silau, buram, bahkan gelap gulita sekalipun, tetaplah cintai tanah yang mulia ini. Jangan tinggalkan,” tegas keponakan Mahfud MD tersebut.
Ia menambahkan bahwa Indonesia adalah tanggung jawab bersama.
“Kita cintai bersama, kita benahi bersama, dan kita rawat bersama,” lanjutnya.
Terkait dinamika politik yang sering kali memicu polarisasi, Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK) ini mengingatkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan atau sunnatullah. Namun, perbedaan tersebut seharusnya diramu menjadi energi positif untuk membangun masa depan, bukan justru menjadi alasan untuk “angkat kaki”.
“Bukan karena berbeda pandangan lantas main kabur-kaburan. Itu contoh yang kurang baik untuk generasi penerus bangsa,” ujar tokoh Kongres Rakyat Madura (KRM) ini.
Harapan untuk Kejayaan Kembali menutup pernyataannya, Firman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan persatuan bangsa. Ia merujuk pada kejayaan masa lalu sebagai motivasi untuk bangkit di masa depan.
“Mari kita berdoa semoga bangsa yang pernah jaya di bawah kepemimpinan para leluhur saya—raja-raja Majapahit—ini akan terus jaya dan bersatu. Aamiin Allahumma Aamiin,” pungkasnya.












