Berita  

Peningkatan Jalan Ruas Disorot: Diduga “Aspal Tipis” dan Tak Sesuai Kontrak

Peningkatan Jalan Ruas Disorot: Diduga "Aspal Tipis" dan Tak Sesuai Kontrak

Situbondo – Proyek peningkatan infrastruktur jalan dengan lapisan hotmix di ruas desa tanjung Glugur Kp. Geger (R 455), Kec. Mangaran, Kab Situbondo, kembali menuai kritik tajam. Proyek yang dibiayai oleh APBD Kab. Situbondo Anggaran senilai kontrak Rp 441.507.364,- yang dikerjakan oleh CV Azza Jaya diduga kuat tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (Spektek) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), terutama terkait pengurangan volume ketebalan aspal.

Dari hasil pantauan tim investigasi lapangan di beberapa titik lokasi, ketebalan lapisan aspal yang baru selesai dikerjakan terlihat sangat tipis dan tidak merata, ketebalan jauh dari standar RAB.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Bapak yang enggan namanya disebutkan, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, ketebalan aspal yang dipasang jauh di bawah standar yang seharusnya.

“Dalam kontrak, biasanya ketebalan aspal hotmix untuk jalan kabupaten/desa minimal angka standar biasanya 4-5 cm. Namun, hasil pengecekan di lapangan, aspalnya terkesan hanya setebal kulit bawang, diduga diperkirakan hanya ketebalan 2-3 cm di banyak lokasi,” ujar pada (Minggu, 26/10/2025).

Kegiatan Pengaspalan

Dugaan pengurangan volume ini diperburuk dengan minimnya persiapan pengerjaan, di mana lapisan dasar (existing) jalan tidak dilakukan patching atau perbaikan struktur secara maksimal, yang berpotensi membuat jalan cepat retak dan bergelombang.

Menanggapi temuan ini, masyarakat dan aktivis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, serta Inspektorat Daerah, untuk segera turun tangan melakukan audit fisik dan uji laboratorium terhadap kualitas aspal yang telah dihamparkan.

Dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kab. Situbondo, diminta bertanggung jawab penuh atas kualitas pekerjaan dan segera memanggil pihak kontraktor pelaksana, CV Azza jaya untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Bina Marga dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan volume dan kualitas proyek aspal hotmix tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *