Trah Diponegoro di Sumenep Apresiasi Fadli Zon Upaya Pemulangan Keris Bersejarah dari Belanda

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Jakfar Sumenep

i

Gus Jakfar Sumenep

Sumenep, Jagatindonesia.Com – Kabar akan kembalinya sejumlah artefak dan pusaka bersejarah dari Belanda ke Indonesia mendapat sambutan hangat dari kalangan pewaris sejarah. Salah satunya datang dari Trah Pangeran Diponegoro di Sumenep, melalui keturunan generasi keenam, RB. Ja’far Sodiq Soeryoprojo, yang menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Menurutnya, diplomasi kebudayaan yang berhasil membawa pulang Keris Pangeran Diponegoro dan Keris Sultan Madura bukan sekadar peristiwa simbolik, melainkan bagian penting dari upaya mengembalikan martabat sejarah bangsa.

“Langkah Bapak Menteri (Fadli Zon) adalah napas baru bagi diplomasi sejarah Indonesia. Ini bukan hanya tentang benda pusaka, tapi tentang ruh dan jati diri bangsa yang kembali ke pangkuan ibu pertiwi,” ungkap Gus Ja’far Sapaan Akrabnya di Sumenep, Jumat (10/10).

Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan semangat nasionalisme dan kesadaran sejarah yang mendalam dalam kepemimpinan Fadli Zon di bidang kebudayaan.

Gus Jakfar berada dalam Keraton Sumenep

Lebih jauh, Gus Ja’far berharap momentum pemulangan benda-benda bersejarah itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan sejarah dan kebanggaan budaya di kalangan generasi muda.

“Kembalinya keris Diponegoro dan Sultan Madura adalah kembalinya ruh perjuangan. Saatnya anak muda tidak hanya mengagumi, tapi memahami bahwa warisan budaya adalah fondasi bangsa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak
Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO
Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan
Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan
Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:50 WIB

Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:21 WIB

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:49 WIB

YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Berita Terbaru

Artikel

SUSUR GALUR PEREMPUAN NEGARAWAN HEBAT INDONESIA

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:09 WIB

2