Berita  

APRESIASI KINERJA: BUPATI FAUZI TEGASKAN SEMANGAT “BISMILLAH MELAYANI” DI AKHIR TAHUN

Bukan Sekadar Seremonial: Bupati Fauzi "Suntik" Semangat ASN Sumenep Lewat Penghargaan SAKIP 2025

SUMENEP, JAGAT INDONESIA – Suasana pagi di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (22/12/2025), terasa lebih berenergi. Di bawah langit cerah, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo memimpin langsung apel gabungan yang menjadi momentum krusial bagi evaluasi kinerja ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

​Acara ini bukan sekadar rutinitas baris-berbaris. Agenda utamanya adalah penyerahan penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang berhasil menerjemahkan visi daerah ke dalam kerja nyata.

​Dalam orasinya, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi ini menekankan bahwa setiap program kerja harus memiliki “ruh” pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa perencanaan yang matang adalah fondasi utama agar anggaran tidak terbuang sia-sia.

​“Setiap daerah memiliki situasi yang berbeda. Karena itu, perencanaan harus matang, indikator kinerja harus berkualitas, dan jangan tergesa-gesa. Jangan sampai program yang kita susun justru tidak berdampak bagi masyarakat,” tegas Bupati di hadapan para peserta apel.

​Bagi Bupati, keberhasilan sebuah organisasi perangkat daerah (OPD) bukan dilihat dari seberapa cepat anggaran habis, melainkan seberapa besar masalah masyarakat yang teratasi. Beliau menekankan bahwa pimpinan OPD tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata.

​“Tidak ada OPD yang bisa bekerja sendiri-sendiri. Komitmen dan kolaborasi lintas sektor adalah kewajiban. Pimpinan OPD harus menjadi motor penggerak, bukan hanya administrator,” tambahnya dengan nada memotivasi.

​Satu hal yang menjadi sorotan utama Bupati Fauzi adalah cara ASN berkomunikasi dengan warga. Dengan mengusung semangat Bismillah Melayani, beliau tidak ingin ada lagi sekat antara pemerintah dan rakyatnya. Ia meminta setiap ASN memiliki empati yang tinggi saat berhadapan dengan keluhan masyarakat.

​“Jangan sampai masyarakat kecewa karena komunikasi yang buruk. Kita ada untuk melayani, bukan dilayani,” pesannya dengan tegas.

​Sebagai bentuk reward atas dedikasi tinggi, Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) berhasil menyabet peringkat pertama dan membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Posisi kedua diraih oleh Bappeda dengan reward Rp 10 juta, disusul oleh Inspektorat yang mengantongi Rp 5 juta.

​Bupati Fauzi berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi instansi lain untuk terus berinovasi. Menutup amanatnya, beliau juga menyelipkan pesan kemanusiaan serta permohonan maaf yang tulus kepada seluruh jajarannya.

​“Tunjukkan komitmen kita bersama untuk memperbaiki penilaian SAKIP tahun 2026. Terima kasih atas kinerja tahun 2025, dan saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh ASN jika dalam kepemimpinan ini masih terdapat kekurangan,” pungkasnya.

​Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang mulai membayangi, Bupati meminta seluruh jajaran tetap siaga dan mempercepat realisasi program akhir tahun demi menjaga kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *